Follow detikFinance
Senin 04 Dec 2017, 20:50 WIB

Apa Kabar Holding BUMN Migas? Rini: Lagi Proses, 3 Bulan Lagi

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Apa Kabar Holding BUMN Migas? Rini: Lagi Proses, 3 Bulan Lagi Foto: Iin Yumiyanti
Jakarta - Setelah resmi membentuk holding BUMN pertambangan yang dipimpin PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) (Inalum), Menteri BUMN Rini Soemarno akan membentuk holding BUMN migas. Holding BUMN migas akan terdiri dari PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN).

Rini menyebutkan, pembentukan holding BUMN migas saat ini tengah diproses. Ia menargetkan pembentukan holding tersebut bisa selesai tiga bulan lagi atau Maret 2018.

"Lagi proses. Tiga bulan lagi lah," ujar Rini di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Senin (4/12/2017).


Adapun yang menjadi induk dari holding BUMN migas adalah Pertamina karena seluruh sahamnya masih dimiliki pemerintah. Dengan demikian, saham pemerintah di PGN akan dialihkan ke Pertamina sebagai induk holding layaknya holding BUMN pertambangan.

Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan, dan Pariwisata Kementerian BUMN, Edwin Hidayat Abdullah, saat dihubungi detikFinance beberapa waktu lalu mengungkapkan, pembentukan holding BUMN migas berjalan paralel setelah holding BUMN pertambangan.

Ia menyebutkan RUPSLB PGN akan dilakukan akhir tahun ini atau awal 2018 untuk memindahkan saham pemerintah di PGN ke Pertamina.

"Akhir tahun atau awal tahun lah," kata Edwin.

Baru-baru ini juga beredar surat dari Menteri BUMN, Rini Soemarno, kepada Direksi PGN untuk mengadakan RUPSLB. RUPSLB dilakukan dalam rangka pembentukan holding BUMN migas.

"Sehubungan dengan rencana pembentukan holding BUMN minyak dan gas dengan mempertimbangkan telah disampaikannya kepada Presiden Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang penambahan penyertaan modal negara ke dalam modal perseroan PT Pertamina," bunyi surat yang ditandatangani Rini tersebut. (ara/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed