Follow detikFinance
Selasa, 09 Jan 2018 17:22 WIB

Berapa Cadangan Migas RI? Ini Penjelasan ESDM

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Foto: Pool Foto: Pool
Jakarta - Peningkatan cadangan Migas (minyak dan gas) Indonesia sepanjang 2017 mencapai 55,33%, atau 92,2% dari target 60%. Realisasi peningkatan cadangan migas sepanjang 2017 tersebut tak mencapai target.

Realisasi ini berbanding terbalik dengan produksi dan lifting migas sepanjang 2017 yang kembali berhasil melampaui target dari yang telah ditetapkan dalam APBN Perubahan. Sepanjang tahun 2017, rata-rata produksi minyak sebesar 801.400 MBOPD (99,7% dari target) 7,62 juta MMSCFD (102,4% dari target).

Pelaksana tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Ego Syahrial, mengatakan saat ini penemuan cadangan migas baru masih belum menunjukkan kemajuan, malah jumlahnya semakin menurun.


"Penemuan kita memang belum berdampak, malah makin kurang. Kita menyedot 1 barel, kita hanya menemukan penggantinya sekitar 0,6 barel. Jadi cadangan kita sedikit turun," kata Ego di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (9/1/2018).

Walau terdapat penurunan tingkat pengembalian cadangan migas, namun Ego mengatakan, bukan berarti cadangan migas Indonesia sudah habis. Menurut Ego, di Indonesia terdapat 128 cekungan basin sementara yang baru digarap baru sekitar 40% hingga 45%, sehingga masih ada potensi besar yang belum tergarap.

"Apa cadangan kita betul2 habis? Tidak. 128 cekungan cadangan migas kita, baru total 40-45 persen yang betul-betul kita sentuh baik untuk eksplorasi, yang sudah diproduksi atau tidak menghasilkan apa-apa," jelas Ego.


Ego menambahkan, pemerintah berupaya untuk meningkatkan pengembalian cadangan migas, dengan cara melelang wilayah kerja (WK) dengan menggunakan skema bagi hasil gross split.

Dia optimistis dengan skema bagi hasil gross split ini dapat lebih mendorong iklim investasi dalam kegiatan pencarian migas. Hal itu lantaran pada akhir tahun 2017 lalu telah ada investor yang tertarik terhadap 5 blok migas yang ditawarkan pemerintah.

"Kita harapkan tahun depan reserve replacementnya bertambah. Dengan lelang WK migas, kita harapkan angka 0,6 barel naik terus hingga idealnya 1 barel," pungkasnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed