Follow detikFinance
Rabu, 31 Jan 2018 18:36 WIB

Dapat Tugas Garap 8 Blok Migas, Ini Respons Pertamina

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Danang Sugianto/detikFinance Foto: Danang Sugianto/detikFinance
Jakarta - Pemerintah menugaskan PT Pertamina (Persero) menggarap 8 wilayah kerja migas yang telah habis masa kontraknya (terminasi). Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ego Syahrial

"Iya itu delapan, delapannya," kata Ego ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Rabu (31/1/2018).

"Sudah ditegaskan ke Pertamina semuanya. Pemerintah menugaskan ke Pertamina dan Pertamina bersedia," sambung Ego.


Dia menjelaskan saat ini Pertamina tengah berupaya untuk mencari cara agar sanggup untuk menanggung Abandonment Site Restoration (ASR/dana pascatambang) pada blok-blok tersebut," terang Ego.

"Pertamina kan kalau namanya penugasan di satu sisi untung walaupun umpamanya anggap di fiskal rugi, tapi di sisi lain kan untung. Kan mereka juga kan berusaha mencari teknologi yang lebih efisien," lanjut Ego yang juga Plt Dirjen Migas

Terkait masalah ASR tersebut, Ego mengatakan Pertamina sudah berproses dalam mencari cara agar biaya yang dikeluarkan lebih efisien. Namun Ego belum tahu berapa kisaran nilainya.

"Tanya Pertamina. Pasti mereka sudah dapat hitung-hitungan," tambahnya


Namun, pada awal Januari baru 2 wilayah kerja migas yang sudah pasti diserahkan untuk dikelola oleh Pertamina.

Sebagai informasi, 8 blok tersebut adalah, Blok Tuban, Blok Ogan Komering, Blok Sanga-Sanga, Blok South East Sumatera, Blok NSO, Blok Attaka, Blok Tengah, dan Blok East Kalimantan.

Sementara itu, Pertamina siap diberi penugasan oleh pemerintah untuk mengelola 8 blok migas tersebut.

"Ya, kita siap, kan penugasan," tutur Direktur Hulu Pertamina, Syamsu Alam.

Namun hal tersebut kata dia masih dalam proses. Untuk pastinya, penugasannya seperti apa, Pertamina masih menunggu surat yang bakal dilayangkan oleh Kementerian ESDM.

"Tapi kita belum dapat surat penugasan," terang Syamsu.


Pertamina telah diminta memperbaiki program kerja terkait dengan penugasan. Hal ini juga meliputi soal Abandonment Site Restoration (ASR/dana pascatambang) yang ditanggung Pertamina jika mengelola 8 blok itu.

"Itu kan banyak platform dan segala macam yang itu kan harus restore. Nanti kita coba lihat ada enggak teknologinya atau tekniknya yang bisa kita lakukan restorasinya dengan lebih murah, barang kali," kata Syamsu

Sementara berdasarkan hitung-hitungan sementara, biaya-biaya itu masih cukup mahal sehingga agak mengganggu sisi keekonomian perusahaan. Maka masih perlu dicari perhitungan yang lebih efisien. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed