Follow detikFinance
Kamis, 01 Feb 2018 13:40 WIB

Di Depan Mahasiswa, Arcandra: SDA untuk Kebutuhan Dalam Negeri

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Ardan Adhi Chandra/detikFinance Foto: Ardan Adhi Chandra/detikFinance
Jakarta - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar berbicara mengenai pemanfaatan sumber daya alam (SDA) di Indonesia yang bisa dirasakan seluruh rakyat. Hal ini sesuai dengan apa yang tertuang dalam Pasal 33 Undang-undang Dasar (UUD) 1945.

Arcandra mengatakan bagaimana seharusnya seluruh kekayaan yang terkandung di dalam negara harus bisa dikuasai negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran masyarakat.

"Di sektor energi kita memulai, berpijak pada, pasal 33, salah satu ayatnya berbicara mengenai bumi, air, dan kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran masyarakat," ujar Arcandra di depan ratusan mahasiswa dalam acara Dies Natalis Universitas Pertamina di Simprug, Jakarta Selatan, Kamis (1/2/2018).


Agar segala kekayaan alam di Indonesia bisa dinikmati seutuhnya oleh seluruh masyarakat, kata Arcandra, maka dibutuhkan teknologi yang seutuhnya dikuasai dari dalam negeri. Selain itu, sumber daya manusia (SDM) dan kebutuhan pendanaan untuk pengelolaan SDA juga sebisa mungkin berasal dari dalam negeri.

"Kemudian hasil dari SDA itu harus bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan dalam negeri, kalau ada sisa boleh ekspor," ujar Arcandra.

Namun, beberapa hal tersebut kata masih perlu direnungi lebih dalam. Dari sisi teknologi, apakah sudah mampu canggih untuk mengelola SDA yang ada di Indonesia.


Tidak hanya itu, kualitas SDM untuk mengelola SDA yang ada juga perlu dilihat lagi lebih dalam bersamaan dengan kemampuan pendanaan dari dalam negeri untuk pemanfaatan SDA yang ada di Indonesia.

"Yang keempat sudahkah kita memperpanjang hilirasi yang nantinya kebermanfaatan SDA kita itu bisa untuk kemakmuran rakyat yang sebesar-besarnya," ujar Arcandra.


Arcandra menambahkan, cita-cita para pendiri bangsa yang tertuang dalam UUD 1945 belum seutuhnya bisa diwujudkan. Sehingga masih ada ruang yang perlu dikejar untuk merealisasikan mimpi-mimpi para pendiri bangsa terdahulu.

"Kalau menurut saya, ini gap-nya besar sekali mari kita lihat. Sudahkah kita mengarahkan resource kita untuk mengembangkan teknologi," tutur Arcandra. (ara/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed