Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 23 Feb 2018 19:30 WIB

Curhat Arcandra yang Hobi Tenis Hingga Tugas Jadi Wamen ESDM

Fadhly F Rachman - detikFinance
Foto: Dok PLN Foto: Dok PLN
Jakarta - Selain memiliki kesibukan sebagai Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar ternyata punya kegiatan lain di waktu luangnya. Pria kelahiran Padang, Sumatera Barat ini kerap mengisi waktu luangnya dengan bermain tenis hingga basket.

"Hobi saya macam macam. Main tenis , pingpong, lari saya suka basket apa lagi ya. Saya juga suka main bola cuma masanya aja beda. (Untuk) sekarang paling tenis sama pingpong," cerita Arcandra di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat (23/2/2018).


Untuk pingpong Arcandra mengaku kerap memainkannya setiap hari, bila dirinya bisa pulang ke rumah pukul 21.00 WIB. Kemudian, di akhir pekan juga pria yang mengidolakan Roger Federer ini menyempatkan diri bermain tenis.

Untuk olahraga lain, Arcandra juga mengaku menyukai sepak bola. Namun, untuk sepak bola, saat ini dia lebih senang menontonnya ketimbang bermain.

"Saya juga suka main bola cuma masanya aja beda. Kemarin saya ngasih human resources development di BPH saya cerita tentang Madrid vs Barcelona. Saya lebih suka Real Madrid," ceritanya.

Selain soal olahraga, Arcandra juga kerap mengisi waktu luangnya dengan membaca buku-buku biografi. Beberapa tokoh kesukaannya mulai dari Soekarno hingga Buya Hamka.

"Saya suka baca Bung Hatta dari sisi kejujuran integritas kemudian cara berfikir. Kemudian kalau masalah Founding Father salah satunya Bung Karno juga walaupun berbeda pendapat bisa menyatu saling mengisi," kata dia.


"Buya Hamka yang saya juga baca punya kepribadian yang sangat kuat berani mengatakan yang benar dan berani menanggung resiko tapi walaupun dipenjara orang mau memenjarakan dia waktu meninggal Buya menyolatkan orang yang memenjarakan beliau sangat pemaaf sekali," lanjut Arcandra.

Di sisi lain, Arcandra bercerita mengenai sulitnya mengemban tanggung jawab sebagai seorang pejabat negara. Wakil menteri ESDM itu mengaku mengontrol emosi dan menjaga konsistensi merupakan tantangan sebagai pejabat negara.

"Yang paling susah menahan amarah, kenapa? Kadang-kadang ditanyakan sesuatu yang kadang-kadang nggak tahu, tapi sebenarnya jawabannya sudah tahu. Itu seperti ada niat menguji kesabaran. Yang kedua adalah konsisten untuk mengatakan yang benar benar salah. Apa yang saya harapkan dari teman sekitar. Kalo suatu saat ada yang berbeda antara ucapan dan perbuatannya mohon saya diinginkan itu berat," tuturnya. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed