Follow detikFinance
Jumat, 09 Mar 2018 11:24 WIB

Sebelum Saham Freeport, RI Harus Caplok 40% Hak Partisipasi Rio Tinto Dulu?

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Foto: Wahyu Daniel Foto: Wahyu Daniel
Jakarta - Proses divestasi saham PT Freeport Indonesia hingga 51% ditargetkan selesai bulan depan. Saat ini, Indonesia melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Inalum (Persero) memiliki 9,36% saham Freeport Indonesia.

Proses divestasi saham Freeport Indonesia hingga 51% dilakukan dengan mengambil alih 40% hak partisipasi (participating interest/PI) Rio Tinto di tambang Grasberg dan mengambil 9,36% saham Indocopper Investama yang juga dimiliki Freeport McMoran (FCX).

Rio Tinto secara de facto menguasai 40% Freeport Indonesia dengan hak dan kewajiban yang hampir sama dengan FCX. Rio Tinto bahkan mendapatkan pendapatan lebih dahulu dari hasil produksi tambang Grasberg dibandingkan Inalum yang memiliki saham 9,36%.


Berdasarkan data Inalum yang dikutip detikFinance, porsi kepemilikan saham antara FCX selaku induk Freeport Indonesia dan Inalum masing-masing sebesar 90,64% dan 9,36%. Akan tetapi, jika dilihat hak secara ekonominya, FCX hanya berhak atas 56,32%, Inalum 5,68%, dan Rio Tinto 40% atas kepemilikan tambang Grasberg.

Jika Inalum hanya mengambil alih kepemilikan saham FCX hingga menjadi 51% maka tidak serta merta Inalum mengantongi pendapatan Freeport Indonesia dengan porsi yang sama. Pasalnya, masih ada hak partisipasi Rio Tinto 40% yang masih melekat dan dengan demikian, maka secara riil penerimaan yang didapatkan Inalum hanya 31% dan FCX 29%.

Namun, jika Inalum membeli hak partisipasi Rio Tinto dan saham FCX, maka andil Rio Tinto di tambang Grasberg bisa berpindah tangan ke Inalum. Hak partisipasi tersebut dikonversi menjadi saham dengan porsi yang sama, nantinya kepemilikan saham Indonesia melalui Inalum bisa mencapai 51% di Freeport Indonesia dengan mengambil tambahan saham Indocopper Investama.


Berdasarkan studi dari Deutsche Bank, valuasi 40% PI Rio Tinto sekitar US$ 3,3 miliar atau sekitar Rp 45 triliun dengan kurs Rp 13.700. Angka tersebut di bawah harga pasar yang seharusnya dibayarkan Indonesia nantinya melalui Inalum.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan pada 25 Januari 2018 lalu juga mengamini besaran harga dari 40% PI Rio Tinto tersebut.

Angka tersebut didapatkan dengan menghitung kapitalisasi pasar Freeport McMoran di New York Stock Exchange (NYSE) (FCX) US$ 20 miliar. Sedangkan kontribusi Freeport Indonesia yang merupakan anak usahanya sekitar 40% atau US$ 8 miliar.

Angka tersebut kemudian dibagi lagi ke dalam hak partisipasi Rio Tinto 40% yang bisa dikonversi menjadi saham di 2021 dengan jumlah yang sama sebesar US$ 3,2 miliar.

"Ini kalau lihat market price, market capital Freeport McMoran di New York Stock Exchange sekarang mungkin US$ 20 miliar. Freeport Indonesia mungkin 40% US$ 8 miliar," tutur Jonan. (ara/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed