Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 21 Mei 2018 12:26 WIB

Lelang Operator Tol Bawen-Yogya Kemungkinan Mundur Tahun Depan

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Dok Kementerian PUPR Foto: Dok Kementerian PUPR
Jakarta - Lelang investasi jalan tol Bawen-Yogyakarta sepanjang 71 km kemungkinan mundur ke tahun depan. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna mengatakan saat ini persiapan lelang ruas tol yang sempat menimbulkan kontroversi ini masih pada tahap penyediaan dokumen lelang, salah satunya izin analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal).

"Bawen-Yogya ini kan Amdal belum. Dokumen permohonan lokasi tanahnya juga belum, sehingga penetepan lokasi juga belum. Padahal lelang menunggu itu. Jadi nunggu dokumen itu. Jadi lelang belum bisa kita lakukan," katanya kepada detikFinance saat dihubungi, Senin (21/5/2018).

Herry menjelaskan, sampai saat ini proses yang baru rampung untuk tahap menuju lelang adalah studi kelayakan. Setelah studi kelayakan diterima, sejumlah dokumen persiapan lelang harus dikumpulkan agar lelang bisa dimulai.

Dengan progres persiapan lelang demikian, maka lelang badan usaha jalan tol diperkirakan bisa mundur ke awal tahun depan.


"Kita lihat ya. Kalau nggak akhir tahun, ya awal tahun depan," katanya.

Sebagai informasi, proyek jalan tol Bawen-Yogyakarta memiliki panjang rute 71 km dengan nilai investasi sekitar Rp 12,13 triliun. Rencananya, tol ini akan dibangun sebagian melayang atau elevated sekitar 10,70 km saat memasuki wilayah Yogyakarta dan sisanya dibangun di darat.

Proyek tol Bawen-Yogyakarta juga masuk dalam salah satu daftar proyek strategis nasional (PSN) Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 58 Tahun 2017. Tol ini merupakan proyek prakarsa atau usulan dari badan usaha langsung, yakni PT Waskita Toll Road.

(eds/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com