Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 24 Mei 2018 20:17 WIB

PLN Sudah Serap 32,6 Juta Ton Batu Bara

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - PT PLN (Persero) tercatat sudah menyerap 32,6 juta ton batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik hingga April 2018. Jumlah volume batu bara terkontrak dengan harga khusus dari kewajiban domestic market obligation (DMO) 93,2 juta ton.

"Seluruh kontrak sudah terpenuhi namun realisasinya sampai April memang bertahap tidak bisa langsung, baru 32,6 juta ton," kata Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Gatot Ariyono dalam rapat di Komisi VII Jakarta, Kamis (25/5/2018).


Dia mengatakan, total kewajiban volume DMO di tahun 2018 sebanyak 121 juta ton. Dari 121 juta ton, adapun rinciannya berasal PKP2B sebesar 75,5 juta ton, IUP BUMN 6,1 juta ton, IUP PMA 6,0 juta ton, dan IUP daerah 34,1 juta ton.

"Jadi semua realisasi DMO dari 121 juta ton, volume kontrak yang sudah dengan PLN sebesar 93 juta ton," ujar Bambang.

Sementara, berdasarkan kebutuhan batu bara PLTU tahun 2018 berdasarkan RUPTL PLN 2018-2027 sebesar 92 juta ton. Sehingga, jika kontrak tersebut terealisasi semua maka kebutuhan batu bara terpenuhi.


Pemerintah bersama PLN juga telah mengatasi masalah pasokan batu bara untuk pembangkit listrik. Hal itu menanggapi isu menipisnya pasokan batu bara di PLN karena tidak bisa memasok sesuai kebijakan harga DMO sebesar US$ 70 per ton.

"Pada saat awal terjadi kekurangan stok di beberapa PLTU. Namun setelah kami membentuk tim khusus PLN, sekarang sudah tidak terjadi, sudah baik," kata dia. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com