Follow detikFinance
Jumat, 25 Mei 2018 18:15 WIB

Pesan Wamen ESDM: Jangan Mudah Termakan Hoax

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Dok. Kementerian ESDM Foto: Dok. Kementerian ESDM
Padang - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) Arcandra Tahar kembali mengingatkan masyarakat Indonesia untuk selalu memiliki dan memperkuat sikap tabayyun (memeriksa kebenaran) dari setiap informasi yang diperoleh agar kehidupan tetap terjaga dan tertata dengan baik.

Hal tersebut penting di tengah maraknya informasi yang beredar di masyarakat saat ini.

Arcandra mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai isu-isu menyesatkan yang berkembang lewat berbagai jalur komunikasi dan media sosial. Apalagi jika kebenarannya masih diragukan, karena sumber informasinya tidak jelas.


Dengan memiliki sikap tabayyun terhadap setiap informasi yang diperoleh, masyarakat dapat mengambil kesimpulan yang utuh sebelum bertindak.

"Prasangka dan ghibah adalah kebiasaan buruk di zaman modern sekarang. Bulan Ramadhan ini merupakan waktu yang tepat untuk meninggalkan kebiasaan buruk tersebut dan menghapuskan dosa-dosa. Mari cek diri kita masing-masing," kata dia saat mengisi ceramah usai menunaikan shalat tarawih berjamaah di Masjid Raya Sumatera Barat, Padang, Kamis, seperti dikutip Jumat (25/5/2018)

Di sektor energi, informasi menyesatkan alias hoax juga pernah terjadi baru-baru ini. Yakni, beredar informasi bahwa harga pertalite mengalami kenaikan.

Pihak PT Pertamina (Persero) sendiri sudah membantah terjadi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite. Harga Pertalite saat ini masih Rp 7.800 per liter di Provinsi DKI Jakarta.

"Itu berita hoax, nggak benar itu dari kemarin," kata Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito saat dikonfirmasi detikFinance, Jakarta, Selasa (22/5/2018).


Harga Pertalite saat ini masih berada di level Rp 7.800 per liter di DKI Jakarta. Besaran harga Pertalite ditetapkan berbeda-beda di setiap provinsi .

Harga Pertalite tertinggi ada di Provinsi Riau, Kepulauan Riau, dan Batam dengan harga Rp 8.150 per liter. Sedangkan harga terenda di Provinsi DKI Jakarta, Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Barat, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kenaikan harga Pertalite juga biasanya diumumkan di laman resmi Pertamina beberapa jam sebelum penyesuaian harga dilakukan. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed