Perjalanan Menantang ke Desa Enem Papua yang Baru 'Disetrum' PLN

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 25 Jul 2018 10:27 WIB
Foto: Melistriki Enem, Papua/Trio Hamdani/detikFinance
Mappi - Puluhan tahun gelap gulita, warga Desa Enem, Distrik Obaa, Kabupaten Mappi, Provinsi Papua akhirnya kini tersentuh listrik. Tepatnya, kemarin, Selasa (24/7), diresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 kwp oleh PLN.

Tidak mudah untuk bisa mengaliri listrik ke Desa Enem, apalagi lokasinya sulit diakses. Seperti pengalaman detikFinance, yang kemarin ikut menghadiri peresmian PLTS tersebut.

Perjalanan dimulai dari Bandar Udara Mopah Merauke dengan menggunakan pesawat perintis. Sekitar pukul 10.30 WIT, disambut oleh cuaca cerah, pesawat lepas landas menuju Bandara Kepi, Kabupaten Mappi, Papua.


Perjalanan tersebut memakan waktu kurang lebih satu jam. Tiba di Bandara Kepi sekitar 11.30 WIT. Satu jam di udara dengan Pesawat Perintis terbilang menantang. Pasalnya guncangan lebih kuat dibanding pesawat komersial pada umumnya. Beruntungnya cuaca sedang bersahabat.

Setiba di Bandara Kepi, perjalanan dilanjutkan menggunakan kendaraan roda empat menuju Dermaga Mur. Perjalanan memakan waktu sekitar 30 menit, dengan kondisi jalan yang belum mulus-mulus amat. Masih ada jalan berlubang yang membuat kendaraan harus melambat.

Dari Dermaga Mur ini lah perjalanan menantang yang sesungguhnya. Menuju Desa Enem harus ditempuh lewat jalur sungai menggunakan speed boat. Waktu tempuhnya sekitar 30 menit. Perjalanan dimulai sekitar 12.00 WIT, dan tiba sekitar 12.30 WIT.


Meski hanya memakan waktu 30 menit, perjalanan sangat memacu adrenalin. Speed boat yang melaju kencang ditambah gelombang air, membuat tubuh sulit menjaga keseimbangan. Namun, pengemudi tampak lihai menghindari gelombang tinggi sehingga meminimalisir guncangan. Selain itu, para penumpang juga dibekali dengan jaket pelampung.

Foto: Melistriki Enem, Papua/Trio Hamdani/detikFinance


Tiba di Desa Enem, rombongan PLN langsung disambut oleh warga setempat, ala adat Papua. Anak-anak hingga orangtua tampak antusias menantikan hadirnya listrik di desa mereka.

Usai acara peresmian, rombongan meninggalkan Desa Enem menggunakan speed boat sekitar 14.30 WIT, dengan waktu tempuh sama dengan saat berangkat, sekitar 30 menit. Di perjalanan pulang sempat terjadi sedikit masalah, speed boat yang ditumpangi Bupati Mappi Kristosimus Agawemu mogok. Namun akhirnya bisa melaju kembali.

Akhirnya sekitar 15.00 WIT tiba di Dermaga Mur, dan langsung bertolak menuju Bandara Kepi. Istirahat sejenak di sana, baru sekitar 14.00 WIT perjalanan dilanjutkan dengan Pesawat Perintis. Perjalanan berakhir di Bandara Mopah sekitar 16.40 WIT. (zlf/zlf)