Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 30 Jul 2018 20:19 WIB

Soal Tuban Petro, Sri Mulyani: Ada Warisan Masa Lalu

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Lamhot Aritonang Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, pemerintah menginginkan aset PT Tuban Petrochemical Industries (Tuban Petro) menjadi produktif. Sri Mulyani mengatakan, pemerintah ingin menyelesaikan masalah warisan masa lalu tersebut.

"Pada dasarnya kita ingin aset itu produktif selama ini masih sangat ada yang disebut masalah warisan legacy masa lalu," kata dia di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (30/7/2018).


Lanjut Sri Mulyani, permasalahan yang menjerat Tuban Petro tak lain ialah masalah utang. Dia bilang, pemerintah akan mengambil sikap terkait masalah utang tersebut.

"Adanya utang pihak lain yang dikonversi menjadi multiyears bond kita ingin membuat supaya perusahaannya menjadi sehat dan bekerja secara optimal dengan melakukan beberapa keputusan pada status piutang itu," sambungnya.

Sri Mulyani tak mau membeberkan kondisi terakhir Tuban Petro. Saat ditanya, dia mengatakan hanya ingin menyampaikan jika pembahasan telah selesai.

"Nanti kalau sudah selesai saya sampaikan aja ya," ujarnya.


Perihal jumlah utang Tuban Petro, dia juga enggan membeberkan. "Nanti aja deh," tutupnya.

Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) Arief Budiman juga enggan memberikan tanggapan terkait hasil rapat. Arief yang turut serta dalam rapat langsung meninggalkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian saat ditanya awak media. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed