Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 30 Jul 2018 22:50 WIB

Bahas Masalah Tuban Petro, Ini Penjelasan Darmin

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution/Foto: Selfie Miftahul/detikFinance Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution/Foto: Selfie Miftahul/detikFinance
Jakarta - Pemerintah menyatakan akan mengoptimalkan aset PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) yang sahamnya dimiliki PT Tuban Petrochemical Industries (Tuban Petro). Selama ini, aset tersebut menggantung karena kadang beroperasi dan kadang tidak.

"Dia (aset TPPI) operasi on and off, kadang-kadang ada kadang-kadang berhenti," kata Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (30/7/2018).


Darmin menjelaskan, Tuban Petro berada di bawah penguasaan pemerintah. Sementara, menurut Darmin, yang bisa menjalankan aset-aset TPPI ialah PT Pertamina (Persero). Kebetulan, kata Darmin, Pertamina merupakan kreditur TPPI.

"Tapi intinya secara penguasaan sudah di bawah penguasaan pemerintah tinggal bagaimana dia dijalankan, dan yang bisa menjalankan dia Pertamina. Kebetulan Pertamina kreditur karena beberapa produksi yang dilakukan sejauh itu pasti minyaknya gasnya Pertamina," jelasnya.

"Kalau Pertamina lebih (hubungannya) di bawah di TPPI, kalau pemerintah di atas," sambungnya.

Perihal utang TPPI, Darmin enggan menjawab karena terlalu rumit.

"Kalau kau mulai nanya angka (utang) ruwet nanti," ujarnya.


Lantas, apakah Pertamina akan mengambil alih TPPI? Darmin tak menjawab secara rinci.

"Artinya bukan, ini kan penguasaannya pemerintah, tapi harus dibuat hitung-hitungannya yang namanya saham segala macam harus dibuat hitam di atas putih teken-teken itu yang belum ada, teken-teken dengan pemiliknya apa, dengan kreditur-krediturnya ada banyak," tutup Darmin. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed