Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 01 Agu 2018 18:04 WIB

Pertamina Disebut Mau Bangkrut, Jonan: Buktinya Gimana?

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan/Foto: Ari Saputra Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan/Foto: Ari Saputra
Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengomentari soal isu PT Pertamina (Persero) yang akan bangkrut karena harus menutup kekurangan akan kebutuhan subsidi Premium. Mengenai hal tersebut Jonan menjelaskan, jika Pertamina akan bangkrut, Pertamina tidak akan berani untuk mengambil Blok Rokan dari Chevron.

Jonan menjelaskan Pertamina berhasil mengambil Rokan dari Chevron karena berkomitmen memberikan kontribusi yang lebih besar kepada negara.

"Loh ini buktinya Pertamina punya uang lah makanya. Seret ini kata sifat, terus gimana seretnya ini Pertamina harus bayar loh Rp 11 triliun dia bayar untuk mendapatkan hak kelola ini. Kemudian Pertamina juga komit untuk eksplorasi, ke depan jadi dia harus melakukan eksplorasi. Kalau ini dijumlah US$ 1,284 miliar itu hampir Rp 18 triliun buktinya gimana," jelas Jonan dalam acara Blak-blakan, di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, seperti ditulis Rabu (1/8/2018).



Pertamina menawarkan bonus tandatangan (signature bonus) yakni bonus yang menunjukkan kesungguhan perusahaan mengelola Blok Rokan sebesar US$ 784 juta atau setara Rp 11,3 triliun. Kemudian, komitmen kerja pasti sebesar US$ 500 juta atau sekitar Rp 7,2 triliun.

"Nah 20 tahun Anda tanya Chevron tawarnya berapa. Ini secara etis mungkin nggak baik kalau menang saya umumkan bisa saja, tanya Chevron dia menawarkan berapa, yang dokumen yang dikelola oleh Wamen (ESDM) yang dilaporkan ke saya jauh di bawah itu. jauh di bawah itu," kata Jonan.



Pertamina juga diminta mencari cara agar penugasan penyaluran Premium tidak menjadi beban yang begitu besar bagi perseroan.

"Pertamina itu salah satu yang kalau badan usaha terbesar yang ada di RI ya cari cara dong. Bapak presiden bilang harus tetap salurkan Premium," tutur Jonan. (ara/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com