Pakai Biodiesel 20%, Waktu Perawatan Pembangkit Jadi 3 Bulan

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 26 Sep 2018 19:24 WIB
Pembangkit listrik/Foto: Pradita Utama
Jakarta - BUMN menjadi salah satu pengguna terbanyak dari biodiesel 20% atau B20. Dua BUMN yang banyak menggunakan B20 antara lain PT PLN (Persero) untuk pembangkit dan PT KAI (Persero) untuk keretanya.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno menerangkan dampak penggunaan B20 untuk pembangkit PLN adalah memperpendek waktu perawatan. Biasanya, perawatan pembangkit hanya 6 bulan kini menjadi 3 bulan.


"Ada beberapa dampak yang timbul dari pemakaian biofuel, periode pemeliharaan pembangkit akan jadi lebih pendek, yang tadinya 6 bulan menjadi 3 bulan," ujarnya di Komisi VI DPR RI Jakarta, Rabu (26/9/2018).

Kemudian, dampak B20 ialah mempercepat penggantian suku cadang seperti filter. Tak hanya itu, penggunaan B20 membuat pemakaian bahan bakar menjadi lebih banyak.


"Kemudian penggunaan bahan bakarnya akan lebih tinggi dari high speed diesel sebesar 3% itu untuk PLN," ujarnya.

Begitu juga dengan KAI. Dampak pemakaian B20 juga untuk mempercepat penggantian suku cadang. Saat ini, KAI memiliki 486 unit lokomotif dan 256 genset.

"Hampir sama dengan PLN, penggantian filter akan lebih banyak," ujarnya.


Meski begitu, Fajar menuturkan, ada keuntungan penggunaan B20. Sebab, B20 membuat tangki bahan bakar menjadi lebih bersih.

"Namun demikian kalau B20 atau gunakan FAME dia mempunyai efek pencucian lebih baik, untuk tangki-tangki kemudian pipa-pipa itu justru jauh lebih bersih. Masalahnya, pada awal saat konversi B20 kotorannya itu cukup banyak masuk ke engine," tutupnya. (hns/hns)