Follow detikFinance
Rabu, 03 Okt 2018 16:36 WIB

Mantan Menkeu Sebut Harga BBM Naik Ampuh Pulihkan Rupiah Keok

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
mantan Menteri Keuangan Chatib Basri/Foto: Australia Plus ABC mantan Menteri Keuangan Chatib Basri/Foto: Australia Plus ABC
Jakarta - Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri menyebut kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sebagai obat ampuh untuk menahan pelemahan rupiah. Saat ini rupiah 'keok' melawan dolar Amerika Serikat (AS), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mencapai Rp 15.000/US$.

Dia menerangkan, kenaikan BBM ampuh karena bisa langsung menekan defisit transaksi berjalan yang disebabkan oleh impor minyak dan gas (migas).


"Karena paling cepat, kalau naikkin BBM itu kan gini, sumber impor yang paling besar kan defisit bukan di non oil and gas, di oil and gas," kata dia di Kawasan Kuningan Jakarta, Rabu (3/10/2018).

Chatib menerangkan persoalan saat ini konsumsi BBM terus naik karena harga harga di dalam negeri murah, dan dengan harga murah maka impor BBM akan terus naik.


"Jadi misalnya ada subsidi terus, Premium, akibatnya orang akan pindah terus dari Pertamax ke Premium. Kalau Pertamina naikkin (Pertamax) ya dia pindah (Premium). Ini di impor terus permintaannya tinggi. Jadi cara solusinya adalah menurunkan konsumsi BBM," ujarnya.

"Kalau mau ngurangi konsumsi gimana? Harganya harus dinaikkin. Kalau harganya dinaikkan, demand alami penurunan," ujarnya.


Hal tersebut pernah dia praktikkan saat menjabat di 2013. Saat itu, harga BBM naik dan defisit transaksi berjalan turun drastis. Meski begitu, Chatib menyadari kenaikan harga BBM sulit dilakukan saat ini.

"Cuma secara politik susah, saya ngertilah," tutupnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed