Follow detikFinance
Rabu, 10 Okt 2018 18:37 WIB

Harga Batal Naik, Berapa Beban Pertamina Jual Premium?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Ruly Kurniawan Foto: Ruly Kurniawan
Jakarta - Pemerintah bata menaikkan harga Premium menjadi Rp 7.000 per liter pada pukul 18.00 WIB. Kenaikan harga Premium sebenarnya akan mengurangi beban Pertamina yang besar.

Berapa beban yang ditanggung Pertamina menjual Premium?

Pengamat Energi Komaidi Notonegoro menerangkan, Premium merupakan bahan bakar tidak disubsidi oleh pemerintah tapi harganya dikendalikan atau dengan kata lain penugasan. Dia menerangkan, dengan harga minyak mentah saat ini yang menembus US$ 80 per barel, harga keekonomian Premium di kisaran Rp. 8.500 per liter.

Sementara di pasaran saat inni harga Premium dipatok Rp 6.450 per liter. Dengan begitu, maka setidaknya ada selisih Rp 2.000-2.050 per liter yang menjadi beban Pertamina.


"Kalau harga keekonomian Rp 8.500 per liter. Jualnya masih Rp 6.450 ada Rp 2.050 selisih. Kalau dibulatkan Rp 2.000," kata dia kepada detikFinance, Rabu (10/10/2018).

Konsumsi Premium meningkat sejalan dengan instruksi pemerintah kembali menyalurkan Premium di Jawa, Madura, Bali (Jamali). Dengan proyeksi konsumsi 10 hingga 12 juta kiloliter (KL), maka beban yang ditanggung Pertamina sekitar Rp 24 triliun dengan perhitungan jumlah konsumsi dikalikan jumlah selisih harga.


"Premium itu karena nggak ada subsidi, sama sekali, sementara sekarang dikembalikan Jamali volumenya nambah lagi Jamali 10-12 juta KL. Kalau selisih Rp 2.000 aja ada Rp 24 triliun dalam setahun," ujarnya.

Oleh karena itu, dia menilai kenaikan harga Premium akan positif bagi keuangan Pertamina.

"Minimal akan mengurangi beban," tutup dia.

(zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed