Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 01 Nov 2018 14:00 WIB

Tak Hanya Pembangkit, Hotel Juga Pakai Gas Alam Cair

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Ilustrasi pasokan gas alam cair/Foto: Istimewa/PLN Ilustrasi pasokan gas alam cair/Foto: Istimewa/PLN
Jakarta - Pemanfaatan liquefied natural gas (LNG) atau gas alam cair sebagai sumber energi tidak hanya digunakan untuk industri atau pembangkit listrik. Gas alam itu ternyata sudah dimanfaatkan hotel.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi menerangkan, Hotel Hilton di Bandung telah memanfaatkan gas alam tersebut.

"Hotel Hilton Bandung, sudah pakai nih. Dia bukan akan, sudah lo," kata dia di kantornya, Jakarta, Kamis (1/11/2018).


Amien menerangkan, terkait dengan pemanfaatan gas alam cair itu, pihak hotel bekerjasama dengan penyalur. Sementara, penyalur memasok gas alam cair dari Bontang.

"Ada PT lain yang bawa, dari Bontang dibawa terus dipindahkan ke silinder silinder kecil. Jadi konsumen Hotel Hilton, suplier yang punya silinder LNG, dia jualnya gas kan. Silindernya diisi dari LNG dari kontainer yang bawa kapal biasa," ungkapnya.


Soal harga, Amien tak mengetahui secara persis. Yang pasti, kata Amien, pihak hotel telah menerima sumber energi berupa gas.

"Kalau tanya aku pasti jawabannya enggak bisa dipercaya, tapi logikanya gini coba tanya ke Hilton, dia enggak ngerti LNG dia punya pipa masuk ke sistem dia. Di tahunya pokoknya gas masuk, yang masuk bukan LNG. Sebelum gas kan ada regas (regasifikasi), ada gas ada silinder mini, ada LNG mini, ini yang ngurus sebuah PT," terangnya.

Biaya LNG

Nah, untuk memanfaatkan gas alam itu, hotel mesti merogoh kocek US$ 20/mmbtu. Direktur Utama PT Laras Ngarso Gede, Andy Jaya Herawan mengaku, harga tersebut tergolong tinggi.

Sebagai pemasok, dia mengatakan, tingginya harga dipacu oleh harga gas di hulu.

"Saat ini range US$ 8-10. US$ 8 lah," kata dia di Kantor SKK Migas.

Dia mengatakan, gas alam cair itu dipasok dari Bontang. Menurutnya, seharusnya gas di hulu lebih rendah sampai US$ 3 supaya kompetitif.

"(Harga US$ 20) kapal, LNG dan sebagainya, sehingga kalau kita bicara mid stream harusnya sekitar US$ 3, kalau ini hampir US$ 10," ujarnya.

Hotel di Bandung memakai gas alam ini bukan pertimbangan harga, melainkan karena fokus terhadap lingkungan. Dia mengatakan, hotel yang memakai gas ini bukan hotel skala kecil.

"Yang disampaikan Hilton, salah satunya concern lingkungan. Jadi kalau dilihat konsumen hotel-hotel besar semua. Iya pasti karena mereka concern ke lingkungan kalau hotel kecil mungkin belum gitu karena concern ke cost," paparnya.

Dia mengatakan, harga gas US$ 20 tergantung lokasi konsumen. Saat ini, perusahaannya memasok 24 hotel.

"Naik turun tergantung area, di Bali berapa, karena kan bawanya karena kita ada cost transportasi," tutupnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed