Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 15 Jan 2019 16:43 WIB

Prabowo Mau Bangun Pipa Gas Bawah Laut dari Timur ke Barat

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Prabowo Subianto. Foto: Hilda-detikcom
Jakarta - Harga gas alam di Indonesia tergolong mahal dibandingkan dengan harga yang ditetapkan. Calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto pun berencana untuk membangun pipa yang menghubungkan sumber gas dengan daerah industri.

Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Kemenangan Pasangan Calon Presiden Prabowo-Sandiaga, Dirgo Purbo. Menurutnya, dengan pembangunan tersebut, harga gas akan jauh lebih murah karena pasokan akan lebih terjamin.

Dengan begitu, industri bisa yang memerlukan gas alam untuk produksi bisa terus berkembang.

"Merancang sumber energi dengan infrastruktur pipanisasi dari Timur ke Barat di mana pusat industri ada di pulau Jawa. Jadi daerah dapat jaminan pasokan sehingga perekonomian bisa tumbuh," kata dia di sela-sela diskusi publik di Aryaduta Jakarta, Selasa (15/1/2019).

Lebih lanjut, ia menjelaskan pipa tersebut akan dibangun di bawah laut. Sehingga akan jauh lebih cepat dibandingkan dengan pengiriman menggunakan pengapalan.

"Iya (di bawah laut), bisa kok kan lancar nanti. Biasanya kan pakai pengapalan itu," jelas dia.


Sementara itu, Purbo mengungkapkan realisasi pembangunan tersebut masih akan menunggu hasil kajian, terkait dengan sumber daya gas alam dan daerah yang membutuhkan gas.

"Masih belum. Nanti karena masih harus tahu di mana dulu daerah yang memiliki potensi (sumber daya gas alam) dan daerah yang membutuhkan nanti untuk dibuat pipanisasinya," tutup dia.

Sementara itu, harga gas alam di Indonesia masih tergolong tinggi, yakni mencapai US$ 14,5 mmbtu. Padahal, pemerintah menetapkan harga gas di harga US$ 6 per mmbtu.

(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com