Resmikan PLTU Jateng 660 MW, Jokowi: Listrik Sudah 98,2%

Arbi Anugrah - detikFinance
Senin, 25 Feb 2019 13:32 WIB
Foto: Dok. Twitter KSP
Cilacap - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kunjungan kerja ke Cilacap, Jawa Tengah, Senin (25/2/2019). Kunjungan tersebut diantaranya meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa Tengah Ekspansi 1 x 660 Megawatt (mw) di Desa Karangkandri, Kecamatan Kesugihan, Cilacap.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menjelaskan PLTU Cilacap merupakan salah satu proyek strategis di Jawa Tengah yang membantu menambah pasokan listrik untuk Jawa dan Bali. PLTU Cilacap ekspansi ini merupakan bagian dari 2.000 MW yang saat ini dalam proses commissioning dan akan selesai September 2019 dengan tambahan 1x1.000 mw.

"Sampai dengan akhir tahun lalu sudah mencapai 98,3% atau naik 15%. Kita akan mengejar target nasional menjadi 99,9%, jauh lebih tinggi dari terget semula di akhir 2014 yaitu 97,5%," kata Jonan.


Dia mengatakan dengan beroprasinya PLTU ini maka terdapat peluang penambahan sambungan listrik baru kepada masyarakat untuk rumah tangga. Dengan nilai investasi hampir mencapai US$ 900, selain itu PLTU Cilacap ini membantu menambah pasokan listrik untuk Jawa dan Bali dan mampu menambah jaringan baru hingga pelosok pelosok pedesaan hingga 4 juta pelanggan untuk kapasitas 450 Volt Ampere (VA)

Sementara menurut Presiden Jokowi mengatakan dengan penambahan pasokan listrik ini dapat menambah jaringan rumah tangga dan industri kecil di pelosok pedesaan.

"Sekarang ini sudah 98,2% listrik di Indonesia sudah masuk ke rumah-rumah, tinggal 1,8% yang belum dan nanti janjinya pak (menteri) ESDM akhir tahun ini 99,9% sudah harus masuk ke semua desa, ke seluruh rumah tangga yang ada di tanah air ini," ujarnya.


"Listrik ini bukan hanya urusan penting untuk ekonomi untuk industri, tetapi yang terpenting dengan adanya listrik anak anak ini malam hari bisa belajar. Selain itu industri rumah tangga yang ada di desa desa yang bekerja di malam hari, yang biasanya tidak bisa. Inilah pentingnya listrik," sambung Jokowi.

Jokowi menjelaskan kapasitas PLTU Cilacap ini sangat besar dan mampu menyuplai pulau Jawa dan Bali untuk industri maupun kekurangan rumah tangga. Pemerintah akan terus membangun sumber energi baru seperti sumber energi yang berasal dari air, angin, sehingga membuktikan jika Indonesia masih akan mampu bertahan hingga 50 tahun ke depan.


"Besar ini, 660 MW sehingga menambah suplai yang cukup besar terutama yang ada di Jawa, baik itu untuk industri maupun kekurangan yang ada di rumah tangga, Masih ada kekurangan 1.000 mw yang akan diselesaikan akhir tahun ini," ucapnya.

Selain meresmikan dan meninjau PLTU Cilacap. Dalam kunjungan kerja sehari di Cilacap, Presiden juga akan menyerahkan sertifikat tanah untuk rakyat dan akan menyerahkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) ditempat yang berbeda di Kabupaten Cilacap. (arb/hns)