Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 01 Mar 2019 20:50 WIB

Mengintip Pembangunan PLTA Batang Toru yang Dinanti Warga

Dana Aditiasari - detikFinance
Foto: Lamhot Aritonang Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) menilai North Sumatera Hydro Energy (NHSE) yang membangun PLTA di ekosistem Batang Toru gagal memahami ancaman pembangunan terhadap keutuhan ruang hidup satwa lokal. Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air di lembah Sungai Batang Toru dinilai mengancam habitat orangutan Tapanuli.

Alexander Lubis, salah satu tokoh muda Tapanuli Selatan, mengatakan penilaian tersebut kurang tepat. Lantaran menurutnya saat ini tak ada tanda-tanda yang mengarah rusaknya habitat orangutan akibat pembangunan PLTA Batang Toru.

"Sejauh ini saya belum pernah melihat orangutan masuk ke ladang dan perkampungan warga. Sebab jika habitat mereka terganggu biasanya orangutan tersebut akan masuk keperkampungan dan ladang warga. Ya intinya mereka masih hidup di habitatnya," jelasnya, Jumat (1/3/2019).

PT NHSE sendiri telah memaparkan, keberadaan PLTA justru akan berdampak positif. Pihak NHSE menegaskan kesuksesan pembangkitan listrik PLTA sangat dipengaruhi keberlanjutan ekosistem. Bila ekosistem rusak, maka PLTA tidak akan berooperasi secara optimal.

Terlebih luasan proyek PLTA tidak lebih dari 0,46% dari luas hutan Batang Toru dan akan mengecil sewaktu PLTA dioperasikan. Dengan luasan itu, maka PLTA tak akan jadi ancaman bagi ekosistem orangutan di kawasan tersebut.

Lebih lanjut Alex juga membantah tudingan Walhi yang menyebut warga pendukung PLTA menerima uang dari pengembang. Apa lagi LSM itu bahkan menuding masyarakat yang mendukung pembangunan itu sebagai pelacur. Pernyataan tak patut itu disampaikan Walhi saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (28/2/2019).

"Pernyataan itu sangat menyakiti dan melukai hati masyarakat, ketika kata pelacur dilontarkan," tegas dia.
Selanjutnya, Alex menyampaikan dukungannya atas pembangunan PLTA Batang Toru, karena setelah beroperasi, manfaatnya sangat banyak kepada masyarakat untuk menunjang kesejahteraan.

"Saya sangat mendukung sekali dengan pembangunan PLTA Batang Toru. Karena manfaatnya sangat banyak, misalnya secara langsung terbukanya lapangan kerja, sehingga pengangguran akan berkurang, serta manfaat lainnya," tuturnya.

Sebelumnya Manajer Hukum Lingkungan dan Litigasi Walhi Ronald M Siahaan menyatakan, akhir-akhir ini banyak warga dulu menolak pembangunan PLTA Batangtoru justru melakukan aksi untuk menyatakan dukungan terhadap pembangunan PLTA Batangtoru. Termasuk tokoh-tokoh yang sebelumnya bersikap menolak terhadap pembangunan PLTA tersebut.

"Saya bilang, you semua pelacur," katanya.
Ronald mengaku tidak tahu mengapa masyarakat di sana sekarang berubah sikap dan mendukung pembangunan PLTA Batangtoru. Namun Ronald menuding, mereka yang sekarang mendukung pembangunan PLTA menerima sogokan uang dari pengembang PLTA Batangtoru.

"Saya tahu itu. (Mereka) Terima uang itu. Makanya mereka berani berpihak kepada pembagunan PLTA," kata Ronald ketus. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com