Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 25 Apr 2019 11:37 WIB

Proyek Listrik Panas Bumi Dieng dan Patuha Dimulai

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Hendra Kusuma/detikFinance Foto: Hendra Kusuma/detikFinance
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menghadiri groundbreaking proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) unit 2 Dieng dan Patuha. Groundbreaking kali ini dilakukan secara simbolis di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Kamis (25/4/2019).

Proyek yang digarap PT Geo Dipa Energi (Persero) ini memiliki kapasitas masing-masing 60 MW.

"Selesai pembangunannya di tahun 2023," kata Direktur Utama Geo Dipa Riki Firmandha Ibrahim di Kemenkeu.

Riki mengatakan, pembangunan PLTP Dieng Unit 2 dan PLTP Patuha menjadi langkah konkret BUMN spesialis panas bumi dalam menyediakan listrik yang aman dan ramah lingkungan.


Proyek PLTP Unit 2 Dieng dan Patuha masuk dalam fast track program (FTP) atau program 35.000 MW tahap II. Tidak hanya itu, Geo Dipa ikut bertanggung jawab dalam memenuhi target rencana energi nasional (RUEN) di pemanfaatan energi setempat yang tersedia secara melimpah guna berperan dalam memenuhi 23% pada tahun 2025.

Geo Dipa juga membangun 10-15 MW small scale power plan dan 10-15 MW organic rankine cycle power plan dengan skema pembangunan build operate transfer (BOT). Kedua proyek ini selesai tahun 2020 dan 2022.

"Sehingga pada tahun 2023, Geo Dipa akan meningkatkan kapasitas produksi listriknya hingga 270 MW," ungkap dia.


Geo Dipa merupakan BUMN yang berada di bawah pengawasan Kemenkeu. Dalam aspek ekonomi melalui pajak dan PNBP berkontribusi hampir Rp 40 miliar.

Pada 2023, kontribusi pajak akan terus meningkat sejalan dengan kenaikan akumulasi hingga 182%. Sementara PNBP akan naik sebesar 120% melalui bonus produksi dan iuran eksplorasi ke kas umum daerah dari masing-masing wilayah kerja panas bumi Geo Dipa. (hek/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com