Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 25 Apr 2019 13:45 WIB

Ingin RI Genjot Panas Bumi, Sri Mulyani: Masa Hadiah Nggak Digunakan

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Hendra Kusuma/detikFinance Foto: Hendra Kusuma/detikFinance
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan Indonesia menjadi negara yang kaya akan energi panas bumi, sehingga bisa dimanfaatkan sebagai pengganti energi fosil.

Indonesia memiliki potensi energi panas bumi yang begitu melimpah. Hal itu menjadi dasar bagi pemerintah menjadikan energi baru terbarukan sebagai yang harus didorong pengembangannya.

"Saya teringat kunjungan saya ke Iceland (Islandia). Sebagai ekonom, melihat Iceland sebagai negara totally bangkrut karena impor energinya," kata Sri Mulyani saat acara groundbreaking PLTP Unit 2 Dieng dan Patuha 2 di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (25/4/2019).


Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menceritakan, Islandia merupakan negara selalu diselimuti salju. Saking tebalnya salju membuat setiap kendaraan di sana membutuhkan banyak energi fosil untuk menggerakkannya.

"Sangat tergantung energi dari fuel, bahkan neraca pembayaran mereka jeblok karena semua impor, Karena bangkrut mereka mikir, di perut bumi Iceland itu ada geothermal, jadi mereka convert geothermal untuk negaranya," jelas Sri Mulyani.

Setelah berhasil memanfaatkan energi panas bumi, kata Sri Mulyani, Islandia pun menjadi negara yang tidak pernah mengimpor minyak dan ekonominya kuat. Dia berharap Indonesia bisa mengembangkan energi panas bumi sebagai pengganti energi fosil tanpa harus seperti Islandia yang pernah bangkrut gara-gara impor energi.


"Saya rasa Indonesia tidak perlu didrive memilih seperti itu. Kami di Kemenkeu siap kerja sama dengan menteri energi, menteri BUMN, menteri perekonomian, menteri maritim, PLN, untuk bisa kembangkan karunia Tuhan luar biasa bagi bumi Indonesia. Masa diberi hadiah nggak bisa digunakan," tutur Sri Mulyani. (hek/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com