Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 24 Jun 2019 13:31 WIB

Gara-gara Freeport Penerimaan Bea Keluar Diprediksi Tak Capai Target

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Angga Aliya ZRF Foto: Angga Aliya ZRF
Jakarta - Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi memperkirakan penerimaan negara dari bea keluar tidak akan mencapai target hingga akhir 2020. Hal itu karena ada peralihan operasional ke tambang bawah tanah (underground) oleh PT Freeport Indonesia (PTFI).

Heru menjelaskan, pihaknya menargetkan penerimaan bea keluar sebesar Rp 4,42 triliun. Sementara sejauh ini baru terkumpul Rp 1,57 triliun.

"Jadi soal bea keluar, target kita kan Rp 4,42 triliun sekarang baru Rp 1,57 triliun. Akhir tahun tidak akan tercapai karena Freeport mengalihkan penambangan ke underground," kata Heru di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (24/6/2019).


Menurutnya peralihan operasional tambang Freeport bakal mempengaruhi jumlah produksi dan ekspor yang mungkin akan berkurang dibandingkan tahun sebelumnya. Pasalnya pihak Freeport harus melakukan penyesuaian.

"Butuh penyesuaian sehingga jumlah ekspor tidak bisa langsung menyamai sebelumnya," ujarnya.


Menurutnya perubahan bisnis yang dilakukan Freeport Indonesia lepas dari pemantauan pihaknya, sehingga ada hal-hal yang tidak masuk dalam hitungan saat menetapkan target penerimaan bea keluar.

"Perubahan bisnis ini sebelumnya memang belum ter-capture jadi memang ada missed sedikit. Kemungkinan (realisasi bea keluar) separuh dari target lebih dikit di akhir tahun, artinya tidak akan 100%," tambahnya.




Simak Juga 'Blak-blakan Sudirman Said soal Freeport & Sikap Jokowi yang Berubah':

[Gambas:Video 20detik]

Gara-gara Freeport Penerimaan Bea Keluar Diprediksi Tak Capai Target
(das/das)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com