Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 28 Jul 2019 20:08 WIB

Jurus Rini Bawa Pulang Devisa Ekspor Holding Tambang

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Ardhi Suryadi Foto: Ardhi Suryadi
Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno ingin perusahaan negara, khususnya di sektor tambang berkomitmen membawa pulang devisa hasil ekspor (DHE) ke dalam Indonesia. Hal itu sejalan dengan upaya pemerintah menjaga nilai tukar dengan memastikan kecukupan devisa dalam negeri.

"Nah yang paling utama juga pemerintah kan menekankan terus untuk bagaimana hasil ekspor itu di bawa masuk. Sering kali kan banyak perusahaan sebelum-sebelumnya itu hasil ekspor itu tidak ditaruh di Indonesia," Rimba Papua Hotel, Mimika, Papua, Minggu (28/7/2019).

Untuk itu, hari ini dilakukan penandatanganan kesepakatan kerja sama dalam sektor keuangan antara holding BUMN pertambangan PT Inalum (Persero), PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Timah Tbk, dan PT Freeport Indonesia (PTFI), dengan Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

"Nah ini juga kita ingin juga memberikan komitmen bahwa BUMN dalam kita melakukan ekspor, dananya kita bawa semua ke Indonesia, dan kita depositokan di Indonesia," jelasnya setelah menyaksikan pemandangan kerja sama tersebut.


Melalui kerja sama ini, lanjut Rini, dalam hal transaksi valas, transaksi ekspor-impor akan terkoordinasi. Rini menilai selama ini salah satu permasalahan Indonesia adalah cadangan devisa, dalam kaitannya menjaga neraca perdagangan.

"Jadi ini salah satu yang kita jaga sehingga kebutuhan antar perusahaan-perusahaan tambang ini dalam arti penggunaan valasnya juga lebih terjaga dan lebih hati-hati," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Inalum mengatakan, melalui kerja sama ini holding tambang akan mendapatkan sejumlah keuntungan, yang pertama, di mana bank-bank Himbara diberikan kekhususan oleh Kementerian Keuangan sehingga ketika devisa hasil ekspor ditaruh di dalam negeri dibebaskan dari pajak bunga deposito.

"Kalau taruh deposito hasil devisa ekspor itu (pajak) bunganya dihapuskan, sehingga kita bisa menghemat rarusan miliar dari (pajak) bunga deposito (bermata uang) US$ dan Rupiah kalau itu merupakan hasil ekspor yang ditaruh di sini," jelasnya.


Yang kedua, kerjasama ini menjadi salah satu sinergi dalam penyaluran valas, yaitu dari anggota holding pertambangan yang memiliki kelebihan likuiditas valas kepada anggota lainnya yang membutuhkan. Itu akan difasilitasi oleh ketiga bank BUMN tersebut.

"Nah itu kan ada ekspor ada impornya. Nah itu valasnya itu kita efisiensikan lah. Seperti yg Ibu Menteri bilang, kalau dolarnya ada, yang impor ya jangan beli dolar, kan mempengaruhi kurs, mendingan ngambil dari yang ada," tambahnya.

Simak Video "Jokowi Jawab Tudingan Sudirman Said soal Pembelian Saham Freeport"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com