Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 27 Agu 2019 20:15 WIB

Harga Batu Bara Turun, Bukit Asam Efisiensi

- detikFinance
Ilustrasi batu bara/Foto: Hasan Alhabshy Ilustrasi batu bara/Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melakukan efisiensi untuk menjaga kinerja keuangan di tengah anjloknya harga batu bara. Perseroan akan melakukan pengurangan pada kegiatan stripping ratio atau perbandingan antara volume masa batuan yang dibongkar (di lapisan tanah tertutup) dengan batu bara yang diambil.

Sekretaris Perusahaan Bukit Asam, Suherman mengungkapkan stripping ratio saat ini memakan biaya yang besar dalam kegiatan pertambangan perseroan.

"Kami saat ini melakukan selective mining dengan mencari tambang yang stripping rationya rendah, itu yang bisa kami lakukan," kata Suherman di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (27/8/2019).


Dia mengungkapkan, efisiensi harus dilakukan karena laba perseroan semester I tercatat Rp 16,2 miliar atau turun 21% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kemudian juga terjadi penurunan pada laba usaha yakni menjadi Rp 20 miliar atau menyusut 30%, lalu pendapatan Rp 75 miliar atau turun 7,5%.

Suherman mengatakan beban usaha perseroan juga naik 18% menjadi Rp 53 miliar. Pada semester I 2019 Bukit Asam mencatat kenaikan produksi batu bara menjadi 12,79 juta metrik ton atau naik 14,11% dibandingkan periode yang sama.

"Tahun ini kami menargetkan produksi batu bara 27,26 juta metrik ton atau naik 3% dari realisasi tahun lalu," jelas dia.



Simak Video "Ratusan Pekerja Tambang di Kentucky Blokade Akses ke Tambang"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com