Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 30 Agu 2019 18:45 WIB

Gas hingga Arus Sungai Bakal Jadi Sumber Listrik Ibu Kota Baru

Pradito Rida Pertana - detikFinance
Menteri ESDM Ignasius Jonan/Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom Menteri ESDM Ignasius Jonan/Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Sleman - Pemerintah akan menyuplai kebutuhan listrik Ibu kota baru di Kalimantan Timur (Kaltim). Selain itu, pasokan listrik untuk Ibukota baru nantinya mayoritas menggunakan energi baru dan terbarukan (renewable energy).

"Jadi begini, leadnya kan di Bappenas dan kami support Bappenas, setelah diumumkan Presiden (Joko Widodo) lokasi ibu kota baru, kami sama PLN mempersiapkan kebutuhan listriknya," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan saat ditemui di depan Gedung Pusat UGM, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Jumat (30/8/2019) sore.

Bahkan, Kementerian ESDM dan PLN mengaku sanggup menyediakan listrik meski ada ratusan ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) yang rencananya akan ikut berpindah tugas ke Kaltim. Bahkan,


"Orang tanya sanggup nggak? pasti sanggup, rencana awal ASN pindah kira-kira 180 ribu, anggaplah 200 ribu. Kalau 200 ribu itu supporternya berapa, kira-kira kegiatan penunjang atau rumah tangga penunjang berapa," katanya.

"Misal rumah tangga penunjang kali 2,5 saja, total itu, misal 500 ribu rumah atau 500 ribu hunian plus kantor sanggup nggak? Ya sanggup, wong PLN masangnya 1 juta lebih sambungan setahun, jadi itu (menyediakan pasokan listrik untuk ibukota baru) nggak ada masalah," imbuh Jonan.

Selain itu, pasokan listrik untuk ibukota baru nantinya turut menggunakan renewable energy. Hal itu karena di Kaltim banyak menyimpan sumber daya alam yang dapat menghasilkan tenaga listrik.

"Kapasitas pembangkit mestinya nggak ada masalah, ya memang tantangan yang betul adalah bagaimana membuat pasok listrik untuk ibukota baru itu adalah mayoritas dari energi baru terbarukan," katanya.

"Kalau gas nggak masalah wong itu gudang gas Kalimantan itu, batu bara juga banyak sekali, tinggal bagaimana renewable. Lha renewable dari mana? Mungkin satu dari arus laut bisa, dan juga sungai, sungainya (di Kaltim) besar-besar, dan juga dari tenaga matahari, gitu," sambung Jonan.


Kendati demikian, Jonan belum memprioritaskan sumber daya mana yang akan dimanfaatkan untuk pasokan listrik menggunakan renewable energy. Namun, Jonan mengaku telah memberi masukan kepada Bappenas terkait rencana tersebut.

"Nggak, belum, belum (ada prioritas sumber daya untuk renewable energy) ini masih awal saja. Yang jelas lebih banyak pakai renewable (energy) dan kami pasti akan kasih masukan (ke Bappenas terkait pasokan listrik Ibukota baru dari renewable energy), kan yang lebih ngerti kami (Kementerian ESDM)," kata Jonan.

Simak Video "Dear Pemerintah, Waspadai Isu Lingkungan yang Bisa Muncul di Ibu Kota Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com