Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 20 Sep 2019 15:00 WIB

Pertamina Kucurkan Rp 300 Juta Bantu Petani di Bantul

Adinda Rachmani - detikFinance
Foto: Pertamina Foto: Pertamina
Jakarta - Para petani di pedesaan memiliki tantangan yang besar, yaitu panjangnya mata rantai pada pengolahan dan distribusi gabah karena ulah rentenir yang mengambil keuntungan.

Mereka tidak memiliki kewenangan untuk menguasai mata rantai distribusi karena tak memiliki modal dan teknologi. Akibatnya harga jual gabah pada musim panen rendah akibat pasokan melimpah.

Asal tahu saja, hasil panen gabah harus melalui lima rantai distribusi yaitu penebas, tengkulak, juragan, distributor dan warung. Dari setiap mata rantai itu mengambil keuntungan 10% hingga 20%, maka untuk sampai ke konsumen akan melonjak hingga 50% bahkan 100%.


Operation Head Terminal BBM (TBBM) Rewulu, Rahmad Febriadi mengatakan untuk mensukseskan Desa Agribisnis Mandiri, Pertamina akan mengucurkan dana sebesar Rp 200 juta hingga Rp 300 juta per tahun. Tujuannya, agar program ini berjalan dengan kolaborasi antara TBBM Rewulu dengan Joglo tani dan kelompok tani Desa Argomulyo Kecamatan Sedayu, Bantul Yogyakarta.

"Dana CSR tersebut antara lain digunakan untuk pembangunan dan perluasan tempat penjemuran gabah, pembelian mesin giling padi, pengemasan beras hingga distribusi beras ke masyarakat," ucap Rahmad Febriadi, dalam keterangannya, Jumat, (20/9/2019).

Ia berharap dengan adanya pengelolaan gabah secara mandiri oleh petani, seluruh keuntungan dari proses pengolahan dan distribusi yang diperoleh tengkulak bisa dinikmati sepenuhnya oleh petani.

"Para petani bisa menikmati harga gabah sesuai harga pasar bahkan lebih tinggi 10 persen, sementara harga jual beras karena terpotongnya mata rantai distribusi tengkulak juga menjadi lebih murah hingga 13 persen," ucapnya.


Selain itu, program ini juga disinergikan untuk desa lainnya yang menjadi mitra produksi pertanian. Hal ini sebagai upaya Pertamina meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah operasi.

Program CSR ini juga merupakan kelanjutan dari upaya TBBM Rewulu untuk mempertahankan proper emas yang telah diraih selama enam tahun sejak 2013 hingga 2018.

"Salah satu poin tertinggi dalam pencapaian proper emas adalah pemberdayaan masyarakat dan keanekaragaman hayati. Untuk itu, Pertamina akan memperhatikan keberlangsungan CSR untuk dapat sustain dan menyejahterakan masyarakat," tutup Rahmad.

Simak Video "Hari Pelanggan, Pertamina MOR VII Bagikan Power Bank dan 'Lamborghini'"
[Gambas:Video 20detik]
(ujm/ujm)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com