Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 14 Okt 2019 21:45 WIB

Bagaimana Kelanjutan Proyek Migas Laut Dalam?

Trio Hamdani - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Istimewa Ilustrasi/Foto: Istimewa
Jakarta - Proyek migas laut dalam atau Indonesia Deepwater Development (IDD) sejauh ini belum menunjukkan perkembangan berarti. Padahal pada Mei lalu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mendatangi kantor pusat Chevron di Houston, Amerika Serikat dalam rangka finalisasi pengembangan proyek tersebut.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memastikan bahwa perkembangan proyek tersebut akan diketahui akhir tahun ini.

"IDD diharapkan informasinya nanti diharapkan di akhir tahun ini," kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (14/10/2019).


Ada kabar pula akan ada perubahan dalam konsorsium proyek tersebut. Konsorsium dikabarkan sedang mencari mitra untuk mengerjakan proyek tahap II. Dwi tak mau berbicara banyak soal itu. Yang jelas kejelasan perkembangan proyek akan diketahui pada akhir tahun ini.

"Ya nanti pasti mereka (konsorsium) akan melaporkan ke kita," tambahnya.

Seperti diberitakan CNBC Indonesia, Proyek migas laut dalam RI dengan nilai investasi US$ 5 miliar atau setara Rp 70 triliun masih tak jelas sampai saat ini. SKK Migas dan Chevron seakan-akan masih saling tarik ulur terkait proyek yang menentukan masa depan gas Indonesia ini.


Beberapa bulan lalu sempat terendus operator proyek ini bakal diganti, tak lagi Chevron yang sudah memegang proyek ini selama 12 tahun. Namun, sampai hari ini tetap tak ada kepastian.

Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman mengatakan tidak tahu soal Chevron bakal keluar atau tidak dari proyek Indonesia IDD tersebut. Ia hanya bilang bakal ada perubahan konsorsium.

"Masih nunggu ini juga, IDD masih cari partner juga. Saya nggak tahu Chevron keluar atau tidak, tapi konsorsium berubah saja. Dia tidak bilang keluar, dia lagi cari inilah untuk bisa dikembangkan," ujar Fatar Yani dijumpai di Kementerian ESDM, Senin (7/10/2019).

Simak Video "Jaringan Gas Tekan Impor LPG Hingga Rp 216 M dalam Setahun"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com