Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 13 Nov 2019 16:33 WIB

Luhut Klaim Hilirisasi Industri RI Sudah Maju

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Uji Medianti Sukma Foto: Uji Medianti Sukma
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim bahwa hilirisasi industri mineral di tanah air sudah maju dan berapa di jalur yang tepat.

Luhut menyebut, Indonesia sudah mulai membangun pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) sejak 2015. Pembangunan tersebut untuk mengolah bahan mentah pertambangan menjadi produk bernilai tinggi.

Dia mencontohkan hilirisasi yang berjalan baik terjadi di Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah. Di sana, kata Luhut, ada smelter yang mampu mengolah nikel dan lithium.

"Ini pertama kalinya Indonesia masuk ke global suplai chain. Indonesia nanti akan memimpin di dalam penyiapan lithium baterai karena kita memiliki barang itu semua," kata Luhut di Sentul Internasional Convention Center (SICC), Jawa Barat, Rabu (13/11/2019).


Berdasarkan catatan Luhut, kawasan industri di Morowali telah berhasil memproduksi dan mengekspor beberapa komoditas dengan nilai dengan nilai US$ 5,8 miliar. Tahun ini, angka ekspor ditargetkan US$ 9 miliar dan akan mencapai US$ 13 miliar di tahun depan. Bahkan, diproyeksikan, pada 2024, angka ekspor dari hasil pengolahan mineral dari Morowali menyentuh US$ 35 miliar.

Pabrik batu baterai di Morowali ini, kata Luhut akan semakin besar mengingat banyak negara eropa yang sudah menguranfi emisi karbon dan beralih ke kendaraan berbahan bakar listrik.

"Baterai itu dari lithium dan itu paling besar ada di Indonesia," ungkap dia.



Simak Video "Komentari Penusukan Wiranto, Luhut Pandjaitan: Jangan Dibesar-Besarkan"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com