Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 19 Nov 2019 14:14 WIB

Sumur Sudah Disumbat, Pertamina Lanjutkan Eksplorasi di Laut Karawang

Luthfiana Awaluddin - detikFinance
Foto: Mega Putra Ratya Foto: Mega Putra Ratya
Karawang - Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java bakal meneruskan eksplorasi di laut Karawang. Sebab masih terdapat banyak cadangan minyak dan gas di sana. Apalagi, kebocoran di sumur YYA-1 dinyatakan telah selesai disumbat.

"Sumur YYA-1 sudah disemen. Sudah aman. Begitupun dengan sumur YYA 2 dan 3 sudah ditutup permanen. Kami akan kaji untuk kembali eksplorasi di sana. Karena cadangan minyak dan gasnya masih besar," kata VP Relations Pertamina Hulu Energi saat ditemui di Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Karawang, Selasa (19/11/2019).

Untuk mencegah kebocoran terulang, Ifki memastikan lokasi sumur baru tak akan dekat dengan lokasi sumur YYA-1 yang bocor beberapa bulan lalu. Ifki menuturkan Pertamina bakal mencari lokasi yang aman.

"Sumur baru letaknya tak terlalu dekat dengan YYA-1. Jaraknya yang aman saja, sekitar 2 kilometer dari sumur lama yang bocor," ungkap Ifki.


Eksplorasi di sumur baru nanti, kata Ifki, dipastikan positif dilakukan. Sebab di bawah laut Karawang masih tersimpan sumber daya melimpah untuk kebutuhan negara.

"Karena ada cadangan lumayan besar ya. Jumlahnya saya lupa yang jelas sehari bisa diambil empat sampai lima ribu barel minyak dan bisa diambil 25 MMBTU. Kan lumayan itu untuk industri atau PLN," beber Ifki.


Sebelum proyek sumur baru dimulai, kata Ifki, Pertamina sedang fokus memulihkan lingkungan yang rusak akibat pencemaran minyak mentah. Saat ini, Pertamina sedang menggandeng sejumlah ahli dari IPB dan ITB untuk mendata berbagai dampak pencemaran minyak di pesisir Karawang.

"Kita akan klasifikasi pantai yang rusak. Mana yang terpapar terparah atau sedang. Untuk efektifitas pemulihan," tandasnya.

Ihwal tanggung jawab dampak sosial dari pencemaran tersebut, Pertamina masih mendata secara akurat berbagai kerugian yang dialami masyarakat pesisir Karawang. "Untuk mencegah penggelembungan data, kita hitung secara akurat. Setelah data pasti, kita berikan ganti rugi sesuai aturan," pungkas Ifki.

Simak Video "Rekaman CCTV Aksi Nenek Curi Beras di Cirebon"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com