DPR Cecar PLN soal Pasokan Listrik Masih Rendah

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 25 Nov 2019 15:31 WIB
Foto: dok. PLN
Jakarta - Komisi VII DPR RI siang ini menggelar rapat bersama PT PLN (Persero). Rapat kali ini salah satunya membahas tentang tindak lanjut pemadaman listrik pada 04 Agustus 2019 lalu.

Dalam rapat ini, Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani dicecar sejumlah pertanyaan.

Anggota Komisi VII dari Fraksi PKS Mulyanto mengatakan, agar pihak PLN memerhatikan kualitas dan kehandalan listrik di Indonesia. Dia berharap, black out massal yang pernah terjadi di Indonesia tidak terulang.

"Kami ingin menekankan dari aspek kualitas dan kehandalan. Kehandalan sangat penting sekali jangan sekadar kuantitas saja. Sehingga bukan hanya elektrifikasi 100%. Tapi juga kualitasnya, pelayanannya jangan ada lagi pemadaman bergilir. Kemarin gara-gara black out muka kita malu," ujarnya di Komisi VII DPR RI, Senin (25/11/2019).


Selain itu, Anggota Komisi VII dari Fraksi PKB Abdul Wahid mengatakan bahwa yang disampaikan oleh PLN terkait persentase elektrifikasi listrik dengan keadaan di lapangan sangat berbeda. Menurutnya, masyarakat di Riau masih banyak yang belum menikmati listrik.

"Soal persentase elektrifikasi saya tidak yakin presentasi di Riau itu 98-99%. Saya lihat di Riau ini paling ada cuma 85%, karena hampir di desa-desa dan kampung-kampung itu tidak berlistrik di Riau," katanya.


Selanjutnya Martin Daw dari Fraksi PKB yang mewakili provinsi Papua juga mengatakan bahwa masih banyak warga Papua yang belum menikmati listrik. Ia menjelaskan kondisi di Papua seperti saat Indonesia sedang mengalami black out massal.

"Indonesia terang? nyatanya tidak. Soal 04 Agustus 2019 kami di Papua juga setiap saat begitu. Saya di Papua selalu begitu tapi kok nggak diangkat-angkat. Mohon jangan dipandang sebelah mata begitu, kami juga anak, kami juga Indonesia," ujarnya.

Simak Video "Dianggap Sebagai Orangnya Luhut, Darmawan Prasodjo: Saya Profesional"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)