Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 03 Des 2019 22:45 WIB

BPH Migas Akan Kembangkan 3 Wilayah Ini Jadi Pusat Gas di Kalimantan

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Foto: Alfi Kholisdinuka Foto: Alfi Kholisdinuka
Pontianak - Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Jugi Prajogio mengatakan sebelum membangun pipa gas bumi Trans Kalimantan, pihaknya akan mengembangkan tiga Wilayah Jaringan Distribusi (WJD) untuk meningkatkan demand di Kota Pontianak, Kabupaten Mempawah dan Kabupaten Landak.

"WJD ini kan menjembatani permintaan volume yang tidak begitu besar di atas 5 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD), jika butuh 10-15 MMSCFD pakai WJD dulu aja. Ini penting karena untuk meningkatkan demand side," ujarnya saat ditemui detikcom di Grand Mahkota Hotel Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (3/12/2019).


Dia menuturkan, pengembangan pipa Trans Kalimantan ini perlu dikembangkan secara bertahap terlebih untuk kawasan Kalbar yang memiliki potensi yang signifikan. Sehingga setelah dibangun WJD, demand tersebut bisa meningkat ke kawasan industri dan banyak smelter.

"Smelter itu rakus gas bisa puluhan hingga ratusan mm tergantung sizenya smelter, sehingga demandnya banyak. Saya yakin tahun 2020 awal akan berlomba-lomba untuk mengusulkan WJD WJD dulu, kan sudah ada usulan tadi kan tiga tempat, nah itu mungkin mereka akan dalami lagi dengan informasi terbaru," jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa menambahkan pihaknya terus mendorong terwujudnya pembangunan pipa Trans Kalimantan untuk meningkatkan pemanfaatan gas bumi di dalam negeri khususnya bagi seluruh masyarakat di Pulau Kalimantan.

"Melalui FGD ini kita dalami supply and demand gas bumi di Pulau Kalimantan, khususnya terkait pemindahan Ibu Kota Negara di Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur," terangnya.


Selain itu, dikatakannya, untuk menciptakan sinergi dan dukungan antar lembaga dalam mendukung keberhasilan pembangunan infrastruktur pipa gas bumi Trans Kalimantan. Semua pihak terkait diharapkan memberikan kemudahan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunannya.

"Pembangunan infrastruktur energi menjadi hal yang penting untuk mendukung pencapaian target pembangunan nasional. Dengan pembangunan infrastruktur energi dalam hal ini infrastruktur gas bumi di Kalimantan diharapkan kita dapat mengambil manfaat untuk pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan," tandasnya.

Simak Video "Jaringan Gas Tekan Impor LPG Hingga Rp 216 M dalam Setahun"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com