Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 06 Feb 2020 09:40 WIB

BPH Migas: Rekind Siap Bangun Proyek Pipa Cirebon-Semarang Rp 2,3 T

Akfa Nasrulhak - detikFinance
BPH MIgas Foto: Akfa Nasrulhak
Jakarta -

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) akan segera melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek pembangunan ruas pipa transmisi gas bumi Cirebon-Semarang pada 7 Februari 2020 mendatang. PT Rekayasa Industri (Rekind) selalu kontraktor proyek tersebut telah menyatakan kesiapan atas proyek tersebut dengan menelan biaya investasi senilai US$ 169,41 Juta atau setara Rp 2,36 triliun (kurs Rp 14.000).

Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa mengatakan proyek pembangunan pipa transmisi ini telah dilelang pada 2006 silam. Pembangunan pipa sepanjang 255 km tersebut ditargetkan selesai dalam waktu 24 bulan.

"Ini komitmen BPH Migas untuk mewujudkan visi Presiden. Pertama adalah infrastruktur. Karena ketika infrastruktur ini dibangun maka akan menggerakkan pertumbuhan ekonomi. Maka kami mendesak yang sudah dilelang sejak tahun 2006 untuk segera dibangun, salah satunya kepada Rekind," ujar Fanshurullah dalam konferensi pers di Gedung BPH Migas Jakarta, Rabu (5/2/2020).

"Nah, alhamdulillah setelah kami panggil berulang-ulang sejak tahun 2017 kemarin tanggal 28 Januari, PT Rekayasa Industri menyatakan siap membangun pipa Cirebon-Semarang. Panjang pipanya 255 km, diameter pipanya 28 inchi, dan toll fee, ini yang penting, toll fee ini ialah pengembalian investasi dia, US$ 0,36/MMBTU," imbuhnya.

Fans menjelaskan, dalam notulen pelelangan proyek pipa transmisi Cirebon-Semarang pernyataan bahwa Direktur Utama PT Rekayasa Industri siap membangun proyek ini dalam waktu 24 bulan dengan toll fee US$ 0,36/MMBTU. Menurutnya, biaya toll fee ini sangat efisien, karena dalam beberapa kasus sebelumnya BPH Migas sudah memberikan toll fee kepada 62 ruas rata-rata US$ 0,35/MMBTU.

"Jadi ini cerminan bahwa kalau dilelang itu akan sangat efisien toll fee-nya itu. Nah, jadi kami meminta PT Rekayasa Industri ini untuk segera membangun proyek ini. Saya kemarin tanggal 3 Februari pak Menteri ESDM menyampaikan segera dilaksanakan groundbreaking. Dan insyaallah nanti tanggal 7 Februari akan melaksanakan ground breaking di daerah Batang KM 379-A di lokasi rest area," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Rekayasa Industri, Yanuar Budinorman mengatakan dengan akan dilaksanakannya ground breaking ini, menyiratkan bukti komitmen perusahaan untuk merealisasikan proyek integrasi pipa gas trans Jawa ini.

"Langkah ini menjadi penting dan strategis bagi Rekind, karena hadirnya ruas pipa transmisi gas ini dinilai mampu menjadi solusi pasokan energi gas yang berkelanjutan guna menyokong daya saing industri di Pulau Jawa. Apalagi, konsumen industri di Jawa Barat dan Jawa Tengah sangat besar dan berpotensi sekali dalam menggerakkan sektor ekonomi di wilayah tersebut," ucap Yanuar.

Mengingat penting dan strategisnya proyek ini, Rekind juga berkomitmen untuk bisa menyelesaikan pelaksanaan pembangunan ruas pipa transmisi gas bumi Cirebon-Semarang ini sesuai dengan waktu yang telah disepakati.

"Hadirnya ruas pipa gas ini juga merupakan wujud terbangunnya ketahanan energi sebagai penggerak dan bagian integral dari peningkatan pembangunan ekonomi. Untuk itu kami berharap semua pihak yang terlibat dapat lebih kooperatif sehingga proyek dapat diselesaikan sesuai dengan target yang telah ditentukan," pungkasnya.

Telan Rp 2,3 T, Pipa Transmisi Cirebon-Semarang Segera Dibangun


Simak Video "Jaringan Gas Tekan Impor LPG Hingga Rp 216 M dalam Setahun"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com