Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 13 Feb 2020 19:00 WIB

Ahok, Transparansi Pertamina, dan Gaya Pimpin Jakarta

Soraya Novika - detikFinance
Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok Foto: Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok (Denny Pratama/Tim Infografis)
Jakarta -

Mulai sekarang masyarakat bisa ikut memantau langsung data impor bahan bakar minyak (BBM) PT Pertamina (Persero). Masyarakat bisa memantau melalui laman resmi perseroan di www.pertamina.com.

Informasi tersebut dibagikan oleh Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok melalui akun resmi Twitter-nya @basuki_btp.

"Mulai hari ini, akses Informasi operasional PT Pertamina (Persero) terkait pengadaan Crude, LPG dan BBM termasuk status kapal charter sudah dapat diakses melalui website resmi perseroan di www.pertamina.com," tulis dia dalam unggahannya, Rabu (12/2/2020).

Dalam laman resmi itu, masyarakat bisa melihat langsung produk yang diimpor seperti minyak mentah atau crude oil, bahan bakar minyak (BBM) hingga LPG.

Langkah transparansi di tubuh perseroan ini lalu dikaitkan erat dengan gaya kepemimpinan Ahok sebelumnya yakni ketika ia menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 2014 hingga 2017 silam.

"Transparansi yang dilakukan Pak Ahok di Pertamina sekarang sama dengan saat beliau menjabat sebagai Gubernur DKI lalu," ujar Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahardiansyah kepada deticom, Rabu (12/2/2020).

Gaya tranparansi ala Ahok itu dikenal dengan pendekatan rational comprehensive yang mengedepankan rasionalitas namun tetap mengedepankan kepentingan publik.

"Pak Ahok ini orang yang matang di dalam birokrasi publik, sehingga beliau ini tau liku-likunya, jadi ketika mengambil keputusan itu lebih didasarkan pada pendekatan rational comprehensive, dia mengambil kebijakan untuk hal-hal yang masuk akal, tapi juga ada comprehensive artinya publiknya juga diperhatikan, kalau bahasa kebijakan politik itu namanya populis," paparnya.

Pendekatan semacam ini sangat efektif dalam menggiring suatu perusahaan publik seperti Pertamina ini menjadi lebih baik lagi ke depannya.

"Pak Ahok terlepas dari kekurangannya, tapi dalam hal pengelolaan manajemen pemerintahan dan pengambilan keputusan ini sangat rational comprehensive, saya meyakini hal itu akan menjadikan organisasi ini sehat, kompetitif dan di mata investor itu akan semakin diminati," pungkasnya.



Simak Video "Kabar Penolakan Jadi Bos Pertamina, Ahok: Hidup Gue Salah Melulu"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com