13.000 Sumur Minyak Mau Dihidupkan Lagi

Andhika Prasetia - detikFinance
Rabu, 04 Mar 2020 22:00 WIB
Ilustrasi sektor migas
Foto: Ilustrasi Migas (Fauzan Kamil/Infografis detikcom)
Jakarta -

Pemerintah masih berupaya meningkatkan produksi minyak nasional sebesar 1 juta barel perhari. Berbagai upaya pun bakal dilakukan, salah satunya adalah menghidupkan lagi sumur-sumur minyak yang telah ditinggalkan.

Sedikitnya, ada 13.000 sumur minyak yang bakal dihidupkan lagi melalui steamflood dan chemical enhanced oil recovery (EOR). Lokasinya tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

"Kita juga masih memiliki 13.000 bekas lubang pengeboran yang sudah ditinggal. Nah ini kalau kita melakukan reaktivasi kita masih bisa berharap ini menghasilkan tambahan produksi minyak," jelas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3).

Untuk memuluskan rencana tersebut, ia berencana mengirimkan banyak tenaga ahli ke sumur-sumur minyak tersebut.

"Tadi 13.000 kan jumlahnya banyak kita perlu memobilisasi tenaga ahli, peralatan, dan sebagainya untuk bisa mengoptimalkan produksinya.

Ia melanjutkan, upaya mencapai target produksi 1 juta barel tergolong tak mudah dan penuh tantangan. Untuk itu pemerintah berencana merevisi target perceptan dari 2030 ke 2025. Target pencapaian lifiting minya 1 juta barel/hari dikembalikan menjadi tahun 2030.

"Memang kita punya target dalam 10 tahun bisa mengembalikan produksinya menjadi 1 juta barel per hari," jelasnya.



Simak Video "Video Minyak Tumpah Terbakar di Perairan Balikpapan"
[Gambas:Video 20detik]
(dkp/dna)