Pembangkit Listrik Bakal Nikmati Harga Gas Murah

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 18 Mar 2020 22:45 WIB
Petugas mengecek kondisi salah satu pipa saluran di PLTGU Muara Tawar Bekasi.
Pembangkit listrik/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Pemerintah menjamin harga gas industri turun menjadi US$ 6 per mmbtu mulai April nanti. Untuk itu pemerintah akan merevisi isi Perpres 40 tahun 2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi.

Selain itu, sasaran dari kebijakan tersebut diperluas ke berbagai sektor industri. Bahkan untuk pembangkit listrik yang dikelola PLN.

"Sehingga yang dapat penurunan harga gas tidak hanya industri, tapi juga bisa untuk pembangkit listrik dalam hal ini PLN," ujar Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dalam live streaming konferensi pers usai rapat terbatas yang disiarkan oleh Sekretaris Kabinet, Rabu (18/3/2020).


Sementara itu, Menteri ESDM Arifin Tasrif menambahkan bisa saja kebijakan ini memiliki konsekuensi di bidang hulu gas karena penerimaan pemerintah berkurang dengan murahnya harga gas. Tapi hal tersebut bisa dikompensasi dengan berkurangnya biaya subsidi listrik.

Pasalnya, PLN bisa mengkonversi energi pembangkit listrik dari diesel yang menggunakan minyak bumi ke gas.

"Tentu saja konsekuensinya di bidang hulu gas, penerimaan pemerintah bisa berkurang. Tapi ini bisa dikompensasi dengan pengurangan biaya subsidi, biaya kompensasi (PLN), dan kontribusi dari peningkatan pajak dan dividen. Juga terdapat penghematan dari konversi bahan bakar pembangkit listrik dari diesel ke gas," kata Arifin.

Kemudian, dia juga mengungkapkan strategi pemerintah dalam membuat harga gas menjadi US$ 6 dolar per mmbtu. Pertama dia mengatakan bahwa industri hulu gas juga harus menurunkan harga. Arifin menyebut industri hulu gas harus menjual produknya di angka US$ 4-4,5 per mmbtu.

"Kami sampaikan bahwa target kita untuk bisa menyesuaikan harga US$ 6, bahwa yang di hulu harus bisa diturunkan antara US$ 4 - 4,5 per mmbtu," ungkap Arifin.


Lalu dia juga akan berkoordinasi dengan perusahaan transporter alias para pengirim gas untuk bisa menurunkan biaya transportasinya. Dia mengatakan biaya transportasi harus turun US$ 1,5 - 2 per mmbtu.

"Lalu biaya transportasi dan distribusi turun US$ 1,5 - 2 per mmbtu. Untuk biaya transportasi, kita akan konsolidasi transporter-transporter utama," kata Arifin.



Simak Video "Gas 3 Kg Langka, Warga Parepare Berdesakan di Agen Penjualan"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)