Stok Avtur dan Solar Berlimpah, RI Berpeluang Ekspor?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 16 Apr 2020 20:00 WIB
Kilang Avtur di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Jakarta. Maskapai-maskapai Indonesia yang tergabung di dalam Indonesia National Air Carrier Association (Inaca) mengeluhkan mahalnya biaya avtur untuk industri penerbangan di Indonesia. Mahalnya harga avtur di Indonesia bisa mencapai 13% dibanding negara-negara ASEAN.
Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta -

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan saat ini mengatakan saat ini stok solar dan avtur berlebih. Apalagi sejak Mei 2019 tidak ada lagi impor solar dan avtur.

Oleh sebab itu Pertamina melirik opsi ekspor avftur dan solar.

"Untuk solar dan avtur sejak Mei 2019 tidak impor, dengan menurunnya demand, stoknya melimpah. Kami melihat peluang untuk ekspor," kata Nicke, dalam rapat kerja virtual bersama DPR, Kamis (16/4/2020).

Di sisi lain konsumsi avtur juga anjlok. Bahan bakar untuk industri aviasi ini mengalami penurunan permintaan hingga 45% secara nasional.


"Aviasi luar biasa penurunannya di atas 45% penurunannya karena flight banyak berhenti demikian juga BBM industri sangat tajam industri banyak tidak operasi," kata Nicke.

Jika ekspor dilakukan maka akan mengurangi kelebihan stok dan sekaligus menambah pendapatan. Prediksi tahun ini pendapatan Pertamina akan berada di bawah target.

"Guna menambah revenue dan mengurangi stok walaupun harga sedang turun," tutur Nicke



Simak Video " Solar 'MAMAMOO' Debut Solo Lewat 'Spit it Out'"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)