Trump Minta Chevron Setop Sedot Minyak di Venezuela

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 23 Apr 2020 12:05 WIB
Chevron Pangkas Jumlah karyawan
Foto: Istimewa
New York -

Presiden AS Donald Trump memerintahkan Chevron menghentikan produksi minyak di Venezuela. Arahan yang dikeluarkan Selasa lalu itu mengharuskan Chevron menghentikan produksinya mulai 1 Desember mendatang.

Upaya ini dilakukan Trump untuk menekan rezim Presiden Venezuela Nicolas Maduro setelah negara itu mengalami krisis akibat virus Corona ditambah harga minyak yang anjlok ke level terendah.

Chevron tidak akan diizinkan untuk mengekspor minyak atau memproduksi minyak dari Venezuela di bawah perintah Trump. Saat ini Venezuela memiliki cadangan minyak lebih banyak dari pada negara lain di dunia.

Berhentinya produksi minyak ini akan berdampak pada keuangan Chevron dan mempercepat jatuhnya industri minyak Venezuela.

Sebelumnya, Chevron telah diberikan mandat oleh Departemen Keuangan AS untuk menjaga aktivitas produksi minyak tetap hidup dengan perusahaan minyak nasional yang telah disetujui oleh Trump.

"Chevron akan terus mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku sehubungan dengan kegiatan yang diizinkan untuk dilakukan di Venezuela," kata juru bicara Chevron, Ray Fohr. Dikutip dari CNN, Kamis (23/4/2020).


"Kami tetap berkomitmen pada kepentingan aset usaha kami, keselamatan dan kesejahteraan karyawan dan keluarga mereka, serta program sosial dan kemanusiaan perusahaan selama masa-masa sulit ini," lanjut Fohr.

Chevron memulai kegiatan eksplorasi minyak di Venezuela pada tahun 1921, mempekerjakan sekitar 8.000 orang dan memiliki lima proyek produksi minyak di darat.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Harga Minya Dunia Anjlok, Jokowi: Manfaatkan Peluang Ini"
[Gambas:Video 20detik]