Bos Pertamina Curhat Tak Nyaman Diserang Harga BBM Nggak Turun

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 29 Jun 2020 20:15 WIB
Dirut Pertamina Nicke Widyawati
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengaku tak nyaman karena 'diserang' masalah harga BBM yang tidak kunjung turun. Hal itu ia sampaikan saat rapat dengan Komisi VII DPR.

"Pak tidak nyaman pak diserang-serang oleh semua orang kenapa BBM tidak turun, terus terang bu, tadi kan ada mempertanyakan masa memproduksi BBM sendiri lebih mahal dibanding beli, faktanya demikian bu," kata Nicke di Komisi VII DPR Jakarta, Senin (29/6/2020).

Dia mengatakan, harga BBM impor beberapa waktu lalu harganya lebih murah dibanding impor minyak mentah. Padahal, impor minyak mentah juga mesti ada tambahan ongkos untuk produksi.

"BBM impor itu harganya bisa lebih murah dibanding impor crude padahal kita harus ada production cost. Faktanya begitu. Kemarin-kemarin, sekarang sudah mulai normal," ujarnya.

Menurutnya, Pertamina bisa saja untung hanya dengan berdagang atau trading. Tapi, itu tidak dilakukan karena Pertamina ialah BUMN.

"Kalau sebelumnya ada spread, ini boro-boro, spread negatif. Jadi sebetulnya bagi Pertamina tutup kilang, tutup sumur itu beli aja jadi trading company lebih menguntungkan. Tapi kan kita BUMN," ungkapnya.

Menurutnya, jika menutup kilang hingga sumur maka akan memberikan dampak besar.

"Kalau itu kita tutup itu kan seperti bangunan runtuh, industri turunannya ikut mati, 80 ribu pekerja langsung, kalau tidak langsung 800 ribu, malah juta. Itu juga akan ikut mati. Tapi memang pemahaman ini tidak semua orang memahami," ungkapnya.



Simak Video "Detik-detik Truk Tangki Meledak Saat Warga Berebut BBM"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/dna)