Corona Hantam Ekonomi, Begini Kinerja Lifting Migas RI

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 17 Jul 2020 17:35 WIB
Ilustrasi sektor migas
Foto: Ilustrasi Migas (Fauzan Kamil/Infografis detikcom)
Jakarta -

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat realisasi produksi migas hingga semester I-2020 sebanyak 1.940 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD).

Itu terdiri dari produksi minyak sebesar 720,2 ribu barel minyak per hari (BOPD) dan produksi gas sebesar 6.830 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Sementara lifting migas sebanyak 1.714 MBOEPD. Untuk minyak 713,3 ribu BOPD dan gas sebanyak 5.605 MMSCFD. Capaian masing-masing adalah 94,5% dan 84% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Dari aspek produksi dan lifting di tengah-tengah pandemi yang kita hadapi ini dan harga minyak rendah, Alhamdulillah produksi dan lifting masih bertahan cukup bagus," kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam jumpa pers kinerja hulu migas semester I-2020 secara virtual, Jumat (17/7/2020).

Dia menjelaskan lifting minyak masih dapat diupayakan mendekati target APBN original. Namun target lifting gas sulit dipenuhi. Hal itu karena penurunan harga gas untuk industri belum optimal meningkatkan serapan gas.

Penyebabnya adalah pandemi COVID-19 yang membuat kegiatan industri dan kelistrikan menurun dan pada akhirnya menyebabkan penurunan penyerapan gas oleh end user.

Serapan gas di semester I-2020 pun tercatat turun. Jika 2019 adalah 6.138 BBTUD, di 2020 turun menjadi 5.848 BBTUD.

"Jadi kalau kita lihat di sini yang paling besar turun serapannya adalah kelistrikan, kemudian diikuti oleh industri, kemudian pupuk, dan serapan untuk LNG domestik ini juga mostly perginya adalah kelistrikan," tambahnya.



Simak Video "Peluang Usaha Makanan Ringan Saat Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/hns)