Kelola Minyak 384 Ribu Barel/Hari, Kilang Cilacap Dukung Ketahanan Energi

nu - detikFinance
Minggu, 09 Agu 2020 12:15 WIB
Pertamina
Foto: Pertamina
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) meyakini Proyek Langit Biru Cilacap (PLBC) yang telah terintegrasi dengan Refinery Unit IV Kilang Cilacap telah meningkatkan kemandirian energi. Hal tersebut dilihat usai PLBC beroperasi selama satu tahun penuh sejak bulan Agustus 2019.

"Ini merupakan pencapaian penting, setelah setahun PLBC berjalan, Pertamina optimis telah meningkatkan kemandirian dan ketahanan energi nasional," ujar Chief Executive Officer PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Ignatius Tallulembang dalam keterangan tertulis, Minggu (9/8/2020).

Ia menjelaskan Kilang Cilacap merupakan kilang terbesar Pertamina dengan kapasitas pengolahan crude mencapai 348 ribu barel per hari, setara dengan 33% dari kapasitas kilang Indonesia secara total.

Dijelaskannya, usai PLBC, Kilang Cilacap mampu memproduksi BBM lebih ramah lingkungan setara Euro 4 dan meningkatkan produksi produk BBM Pertamax dari 1 juta barel per bulan menjadi 1,6 juta barel per bulan.

"Selain itu, dalam pelaksanaan PLBC, Pertamina mampu mencatat TKDN yang melampaui target, yakni 41,52 % atau di atas aturan pemerintah yang menetapkan standar 30%," ujarnya.

Project dengan nilai investasi sebesar US$ 392 Juta tersebut juga berdampak positif bagi masyarakat dan menggerakkan perekonomian, karena proyek ini telah melibatkan sekitar 3.000 tenaga kerja pada masa puncak konstruksi dan berkontribusi terhadap pertumbuhan GDP sebesar 0,12%.

Sementara itu, menurut Direktur JGC Indonesia Suryadi Kresno, sebagai mitra dalam pembangunan PLBC, ia menyampaikan apresiasinya terhadap pencapaian kinerja kedua pihak atas kerja sama tersebut.

"Apresiasi setinggi-tingginya kepada Pertamina yang sejak awal bisa membangun hubungan kerja yang bagus. Kami sangat bangga bisa berpartisipasi dalam pembangunan PLBC dan memberikan kontribusi bagi kemandirian energi di Indonesia," ungkap Suryadi saat penandatangan Sertifikat Final Acceptance (FA) PLBC di Kantor Pusat Pertamina.


Pada kesempatan yang sama, Director of Operation PT KPI Djoko Priyono menyampaikan kegiatan proyek itu diselesaikan melalui rasa saling percaya.

"Melewati tantangan yang ada, kegiatan project dapat diselesaikan melalui kerja sama yang baik antara Pertamina, konsorsium JGC, dan masyarakat sekitar yang bekerja di proyek tersebut sehingga beberapa target seperti Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang di atas target yang ditetapkan yaitu 41,52 % di atas aturan pemerintah 30% dan mencatatkan 17 Juta Jam Kerja Aman," kata Djoko.






Simak Video "Ini Hasil Pertemuan Ahok dan Erick Thohir"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/mpr)