Punya Produk Petrokimia, Pertamina Mau Bikin Pabrik Obat

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 10 Agu 2020 18:40 WIB
Pembangunan Residual Fluid Catalytic Cracker (RFCC) yang berada di area Kilang Cilacap sudah rampung. Kilang yang memproduksi gasoline RON 92 atau Pertamax itu akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo dalam waktu dekat. Rencananya akan diresmikan pada awal Oktober. RFCC Cilacap akan memproduksi gasoline RON 92 sehingga kurangi impor. Hasan Alhabshy/detikcom.
Ilustrasi/Foto: Hasan Al Habshy
Jakarta -

Dirut PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan pihaknya mau membangun pabrik obat. Hal ini dilakukan sebagai langkah memaksimalkan industri turunan petrokimia Pertamina.

Dia mengatakan di masa sekarang perusahaan energi harus siap melakukan peluang bisnis baru. Lewat industri petrokimia, Nicke mengatakan Pertamina melihat hal tersebut. Dia menilai pasar industri petrokimia sangat besar, khususnya pada turunannya di bidang farmasi.

"Petrochem banyak sekali digunakan untuk kesehatan umat manusia, jadi Pertamina melakukan shifting tidak hanya oil and gas saja, tapi intregrasikan ke industri petrokimia. Pasarnya besar," kata Nicke dalam webinar bersama Rakyat Merdeka, Senin (10/8/2020).

Nicke menjelaskan pihaknya sudah bekerja sama dengan salah satu industri farmasi untuk membangun pabrik obat-obatan. Hal ini menjadi salah satu output kilang petrokimia Pertamina di Cilacap.

"Kita akan membangun pabrik obat-obatan, selama ini banyak impor. Kita kerja sama dengan perusahaan farmasi menjadi salah satu output kilang Cilacap. Kita akan gunakan di kilang lainnya," ujar Nicke.

Dari catatan detikcom, pabrik farmasi ini akan fokus memproduksi obat Paracetamol. Pabrik obat tersebut, merupakan hasil dari kerja sama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) dan PT Kimia Farma (Persero) Tbk.

Kerja sama tersebut juga merupakan sinergi antara KPI sebagai Subholding Refinery and Petrochemical dari PT Pertamina (Persero) dan Kimia Farma dalam mengoptimalkan potensi nilai tambah dari pengolahan produk turunan Petrokimia menjadi bahan baku farmasi, salah satunya Paracetamol.

Sebelumnya, Nicke juga mengatakan Kimia Farma dan pihaknya sudah melakukan penjajakan soal kerja sama ini.

"Untuk itu, Pertamina mencoba identifikasi peluang untuk masuk pada bahan baku farmasi dan logistik. Dan gayung bersambut dengan Kimia Farma dan kita sudah melakukan penjajakan. Kami berterima kasih atas support Pemerintah," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (24/7/2020).



Simak Video "Ini Hasil Pertemuan Ahok dan Erick Thohir"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)