3 Fakta Mulan Jameela Minta Pertamax Seharga Premium

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 01 Sep 2020 18:30 WIB
Pertamax Turun Harga

Pengedara mengisi Bahan Bakar Minyak kerndaraan mereka di SPBU CIkini, Jakarta, Minggu (10/2/2019).  PT Pertamina (Persero) secara resmi menurunkan harga BBM jenis Pertamax dari Rp10.200 menjadi Rp9.950 per liter pada Sabtu (9/2) kemarin. Grandyos Zafna/detikcom
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) diusulkan untuk menurunkan harga Bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax bahkan sampai setara Premium. Usul itu diutarakan oleh Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Gerindra Mulan Jameela.

Usulan Mulan itu bukan tanpa alasan. Istri Ahmad Dhani itu sebelumnya mengomentari adanya kabar Pertamina yang hendak menghapus Premium dan Pertalite.

Berikut fakta-faktanya:

1. Kata Pertamina soal Rencana Penghapusan Premium dan Pertalite

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan, saat ini jenis varian BBM di Indonesia adalah yang terbanyak di dunia. Ada sebanyak 6 varian BBM, sementara negara lain rata-rata hanya 2-3 jenis BBM.

"Inilah dasar yang kemudian kita jadikan acuan. Selain itu ada permen dari KLHK yang mensyaratkan itu nomor 20 tahun 2017 yang sebetulnya mensyaratkan bahwa gasolin ini yang dijual minimum Ron 91. Artinya ada 2 produk yang yang kemudian tidak boleh lagi dijual di pasar kalau kita mengikuti aturan itu, yaitu Premium dan Pertalite," terangnya dalam RDP dengan Komisi VII di DPR, Senin (31/8/2020).

Namun Pertamina masih mempertimbangkan hal itu lantaran Premium dan Pertalite porsi konsumsinya paling besar. Pertamina akan mendorong terlebih dahulu para konsume yang mampu untuk beralih ke BBM yang ramah lingkungan.

2. Mulan Jameela Minta Harga Pertamax Setara Premium

Mulan mengusulkan, jika hal itu benar akan dilakukan, Pertamina harus menurunkan harga jual Pertamax setara dengan harga Premium.

"Pendapat saya jika benar Premium dan Pertalite dihapus, memungkinkan harga Pertamax diturunkan menjadi sama dengan Premium," ujarnya di gedung DPR, Jakarta, Senin (31/8/2020).

Usulannya itu berkaitan dengan kondisi perekonomian masyarakat saat ini semakin sulit dengan adanya pandemi COVID-19. Mulan berharap Pertamina mempertimbangkan hal itu sebelum melakukan penghapusan BBM Premium dan Pertalite.

"Apakah pihak Pertamina sudah memikirkan dampaknya terhadap masyarakat? Karena kita tahu semua kita mengalami ujian pandemi COVID-19. Kalau Premium dan Pertalite dihapus tentu berdampak yang tidak baik kepada masyarakat," tambahnya.

3. Bisa Buat Pertamina Makin Rugi

Menurut Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menurunkan harga Pertamax (Rp 9.000-Rp 9.200)ke Premium (Rp 6.450-6.550) akan menambah beban keuangan Pertamina yang kini sudah merugi hingga Rp 11 triliun.
"Saya kira akan menjadi beban Pertamina jika mereka harus menanggung selisih harga tersebut secara keseluruhan," ungkap Mamit kepada detikcom, Selasa (1/9/2020).

Jika harga Pertamax akan diturunkan untuk mendorong konsumsi BBM lebih ramah lingkungan, maka skemanya diusulkan menggunakan subsidi pemerintah.

"Saya lebih prefer jika kita menggunakan skema subsidi tetap seperti saat ini yang berlaku untuk subsidi solar. Misalnya ditetapkan subsidi adalah Rp 1.000 per liternya. Dengan demikian, ini sangat membantu masyarakat sehingga harga Pertamax tidak terlalu tinggi," urai Mamit.

Namun, jika harganya disamakan ke level Premium maka subsidinya akan semakin besar, dan menambah beban negara.



Simak Video "Dear Pertamina, Mulan Jameela Usul Harga Pertamax Setara Premium"
[Gambas:Video 20detik]
(das/zlf)