Gegara Kasus Perusakan Situs Sejarah, Bos Rio Tinto Mundur

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 11 Sep 2020 20:00 WIB
Tambang berlian Mir Mine
Ilustrasi/Foto: (Getty Images/iStockphoto)
Jakarta -

CEO Rio Tinto Jean-Sébastien Jacques mengundurkan diri dari jabatannya. Jacques mundur karena adanya kasus perusakan situs warisan Aborigin yang dilakukan oleh perusahaan tersebut saat menambang bijih besi di Australia.

Mengutip CNN, Jumat (11/9/2020), pengganti Jacques akan dipilih pada Maret mendatang. Setelah Jacques dua eksekutif lainnya kepala divisi bisnis bijih besi Chris Salisbury dan kepala eksekutif grup korporat SImone Niven juga akan mundur dari posisinya.

Pada Jumat, saham Rio Tinto merosot hampir 1% di Sydney. Chairman Rio Tinto Simon Thompson mengungkapkan apa yang telah terjadi di Juukan adalah kesalahan.

Perusahaan memastikan proses penghancuran situs warisan ini tidak akan pernah terjadi lagi pada operasional Rio Tinto.

Ketiga pejabat perusahaan itu sendiri masih akan mendapatkan gaji sesuai dengan kontrak yang mereka miliki.

Penghancuran gua-gua di Juukan terus dilakukan pada 24 Mei dan menghancurkan situs sejarah yang ditempati oleh penduduk asli Australia.

Sebelumnya Rio Tinto membela diri terkait peledakan untuk penghancuran di Juukan sudah sesuai dengan perjanjian dengan pemerintah di negara bagian.

Namun dalam laporan yang diterbitkan bulan lalu, perusahaan itu mengatakan jika terjadi kegagalan dalam kesepakatan.

Hal ini karena Gua-gua yang ada di Juukan memiliki nilai arkeologi yang tinggi dan makna budaya yang dalam untuk suku Aborigin.



Simak Video "Produksi Alat Musik Aborigin, Jember"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/eds)