Harga Pertalite Jadi Rp 6.000-an di Tangsel, Sopir Angkot Semringah

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 17 Sep 2020 12:28 WIB
Petugas melakukan pengisian bahan bakar sebuah sepeda motor  di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (15/9/2020). PT Pertamina (Persero) menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dari Rp.7.650 menjadi Rp6.450 per liter atau setara dengan harga premium, yang hanya berlaku di 38 SPBU di Kota Tangerang Selatan, promisi ini ini dilaksanakan dalam rangka program langit biru hingga enam bulan kedepan. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/foc.
Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL
Jakarta -

Masyarakat menyambut baik program diskon yang diberikan Pertamina pada BBM jenis Pertalite di Tangerang Selatan. Harga Pertalite didiskon menjadi seharga Premium.

Cecep seorang sopir angkot trayek Lebak Bulus-Parung mengaku senang dengan adanya program diskon ini. Menurutnya, yang dibutuhkan sopir angkot adalah BBM dengan harga yang murah.

"Kita ya sambut baik, senang banget, kita tuh yang penting dapat bensin murah, jenis BBM-nya apa juga terserah, yang penting mah murah," ujar Cecep saat ditemui detikcom di SPBU yang berlokasi di Cirendeu, Kamis (17/9/2020).

Menurutnya, justru dengan Pertalite yang didiskon, membuat BBM murah lebih mudah ditemukan. Pasalnya, selama ini meski harga Premium murah namun susah didapatkan.

"Ini ada diskon justru bikin bensin yang murah ada terus, pas Premium doang mah susah kita dapatnya," ujar Cecep.

Ali, kawan Cecep sesama sopir angkot juga mengakui selama ini Premium sulit ditemukan. Dengan adanya Pertalite seharga Premium dia mengaku lebih mudah mendapatkan bensin murah.

"Ya memang selama ini susah kalau Premium, ini jadi gampang, harganya Premium bensinnya Pertalite," ujar Ali.

Ada juga Ahmad, seorang pegawai swasta yang mengisi bahan bakar motornya. Dia juga mengaku senang dengan adanya diskon Pertalite. Sejak lama dia mengaku lebih sering menggunakan Pertalite.

"Ya senang lah orang makin murah, yang lama aja begini sekalian. Saya sih udah lama pakainya Pertalite, ya mahal nggak murah juga nggak kalau harga biasa," ujar Ahmad.

Dia mengatakan tidak pernah menggunakan Premium untuk bahan bakar motornya. Menurutnya tidak bagus untuk motornya apabila menggunakan Premium.

"Premium sih udah nggak pernah pakai kita, katanya bikin mesin cepat kotor, yang saya baca-baca sih gitu," ujar Ahmad.

Harga Pertalite yang awalnya seharga Rp 7.650 per liter, didiskon menjadi Rp 6.450 per liter seharga Premium. Yang menjadi catatan, diskon ini hanya untuk kendaraan roda dua dan berpelat kuning saja.

Diskon ini berlaku sejak awal minggu ini hingga November mendatang. Diskon ini baru diterapkan di Denpasar dan Tangerang Selatan saja.

(ara/ara)