Erick Thohir Bantah Ahok soal Direksi Pertamina Hobi Lobi Menteri

Vadhia Lidyana - detikFinance
Selasa, 22 Sep 2020 17:42 WIB
Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok temui Menteri BUMN Erick Thohir untuk menyampaikan kritik dan saran mengenai BUMN. Hal itu diungkapkan Ahok melalui akun Instagram-nya @basukibtp.
Foto: 20detik
Jakarta -

Menteri BUMN Erick Thohir buka suara soal komentar dari Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok terkait hobi direksi melobi menteri.

Ia menepis sebutan lobi itu. Menurut Erick, yang dilakukan direksi Pertamina hanyalah bentuk pembicaraan dalam rapat.

"Lho, kalau saya kan hubungan direksi, komisaris, dengan menteri kan hal yang biasa saya rasa. Kalau dibilang lobi-lobi, semua itu pembicaraan, rapat, bukan lobi. Sesuatu yang biasa," tegas Erick ketika ditemui awak media usai menghadiri rapat kerja (Raker) dengan Komisi VI DPR RI, di Jakarta, Selasa (22/9/2020).

Menurut Erick, direksi dan komisaris BUMN memang harus dekat dengan menteri-menteri. Pasalnya, jika tidak maka kerja sama tim tak berjalan efektif.

"Komisaris, direksi harus dekat dengan menterinya. Kalau nggak nanti yang kita mau teamwork jadi nggak jalan," terang Erick.

Menurutnya, pembicaraan semacam itu pun sudah dilakukannya, seperti ketika ia menggelar pertemuan dengan para direksi BUMN pekan lalu untuk membahas transformasi, demi menciptakan BUMN yang efisien, kompetitif, dan transparan.

"Karena itu kan saya ngasih arahan pada saat ketemu seluruh direksi, mengenai yang transformasi BUMN yang sudah ada di Instagram saya," pungkasnya.

Sebagai informasi, pada 15 September 2020 lalu Ahok buka-bukaan soal aib manajemen Pertamina, salah satunya direksi yang hobi lobi menteri.

"Dia ganti direktur pun bisa tanpa kasih tahu saya, saya sempat marah-marah juga, jadi direksi-direksi semua mainnya lobinya ke menteri karena yang menentukan menteri. Komisaris pun rata-rata titipan kementerian-kementerian," ungkap Ahok melalui akun YouTube POIN seperti dikutip detikcom.

Ahok pun memiliki cara untuk mengatasi masalah ini. Salah satunya adalah lelang terbuka.

"Saya potong jalur birokrasi, Pertamina itu dulu naik pangkat mesti pakai kayak pangkat, Pertamina reference level orang mesti kerja sampai SVP bisa 20 tahun ke atas saya potong semua mesti lelang terbuka," terangnya.

(ara/ara)