Bantah Ahok, Erick Tegaskan Direksi Pertamina Tak Lobi Menteri

Vadhia Lidyana - detikFinance
Rabu, 23 Sep 2020 08:40 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir
Foto: Menteri BUMN Erick Thohir (Achmad Dwi Afriyadi/detikcom)
Jakarta -

Menteri BUMN Erick Thohir angkat bicara soal direksi PT Pertamina (Persero) yang disebut hobi melobi menteri oleh Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok.

Erick menegaskan, tak ada direksi yang melobi menteri. Ia menilai, selama ini direksi hanyalah melakukan pembicaraan biasa dalam rapat dengan menteri.

"Lho, kalau saya kan hubungan direksi, komisaris, dengan menteri kan hal yang biasa saya rasa. Kalau dibilang lobi-lobi, semua itu pembicaraan, rapat, bukan lobi. Sesuatu yang biasa," tegas Erick ketika ditemui awak media usai menghadiri rapat kerja (Raker) dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta, Selasa (22/9/2020).

Erick menuturkan, sudah menjadi keharusan bagi direksi dan komisaris BUMN untuk dekat dengan menteri-menteri. Menurutnya, jika tak dekat justru kerja sama tim antara BUMN dengan pemerintah tak berjalan.

"Komisaris, direksi harus dekat dengan menterinya. Kalau nggak nanti yang kita mau teamwork jadi nggak jalan," kata Erick.

Selain itu, ia menilai pembicaraan antara menteri dengan direksi BUMN sudah kerap kali dilakukan. Ia mencontohkan dirinya sebagai Menteri BUMN yang pekan lalu menggelar pertemuan dengan para direksi untuk membahas transformasi perusahaan.

"Karena itu kan saya ngasih arahan pada saat ketemu seluruh direksi, mengenai yang transformasi BUMN yang sudah ada di Instagram saya," tandasnya.

Sebagai informasi, pada 15 September 2020 lalu Ahok buka-bukaan soal aib manajemen Pertamina, salah satunya direksi yang hobi lobi menteri.

"Dia ganti direktur pun bisa tanpa kasih tahu saya, saya sempat marah-marah juga, jadi direksi-direksi semua mainnya lobinya ke menteri karena yang menentukan menteri. Komisaris pun rata-rata titipan kementerian-kementerian," ungkap Ahok melalui akun YouTube POIN seperti dikutip detikcom.

Ahok pun memiliki cara untuk mengatasi masalah ini, salah satunya adalah lelang terbuka.

"Saya potong jalur birokrasi, Pertamina itu dulu naik pangkat mesti pakai kayak pangkat, Pertamina reference level orang mesti kerja sampai SVP bisa 20 tahun ke atas saya potong semua mesti lelang terbuka," terangnya.

(ara/ara)