Israel Bangun Jalan yang Bisa Isi Daya Kendaraan Listrik saat Ngegas

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 23 Sep 2020 14:09 WIB
An Ultra-Orthodox Jewish man, wearing a surgical mask due to the COVID-19 coronavirus pandemic, walks past Israeli flags set up in front of a shop ahead of Israels independence day due later in the week, in the centre of Jerusalem, on April 23, 2020. - Israel will celebrate its 72nd Independence Day on April 28-29 under novel coronavirus regulations, with official events and public celebrations cancelled. Israelis are required to wear faces masks when venturing outside in accordance to a governmental directive in order to combat the spread of COVID-19. (Photo by Emmanuel DUNAND / AFP)
Ilustrasi/Foto: AFP/EMMANUEL DUNAND
Jakarta -

Salah satu kota di Israel, Tel Aviv membangun jalan yang bisa mengisi daya kendaraan listrik saat melaju. Proyek ini merupakan pilot program antara Kota Tel Aviv dengan perusahaan pengembang pengisi daya kendaraan listrik ElectReon, dan perusahaan bus Israel Dan Bus Company.

Juru bicara ElectReon mengatakan proyek ini didanai oleh pemerintah dan swasta. Namun belum semua dana cair.

Jalan pintar ini akan terbentang dari Stasiun Kereta Tel Aviv University hingga Terminal Klatzkin di Ramat Aviv sepanjang 1,2 mil. Jalan ini rencananya dibangun sepanjang 37 mil.

Menurut ElectReon sistem jalan ini terdiri dari satu set kumparan tembaga yang ditempatkan di bawah aspal jalan. Bus yang melintasi jalan ini otomatis mengisi dayanya dengan biaya khusus.

"Energi ditransfer dari jaringan listrik ke infrastruktur jalan dan ditransfer ke kendaraan di atasnya," kata ElectReon dikutip dari CNN, Rabu (23/9/2020).

Receiver yang ada di bagian bawah kendaraan mentransmisikan energi ke baterai ketika dikendarai. Proyek ini sedang dibangun dan proses uji coba dilakukan beberapa minggu mendatang.

Wali Kota Tel Aviv Ron Huldai,menambahkan jika uji coba ini berhasil, pemerintah akan mempertimbangkan untuk memperluas dan menggunakan jalan listrik ke lebih banyak wilayah di kota.

"Jika uji coba berhasil, kami akan mengevaluasi bersama dengan Kementerian Perhubungan perluasannya ke lokasi tambahan di kota," ujar Huldai.

Sedangkan Wakil Wali Kota Tel Aviv Meital Lehavi, mengungkap proyek ini akan menghilangkan pengisian bahan bakar minyak di berbagai terminal di kota.

Waktu pengujian dan integrasi teknologi diperkirakan memakan waktu dua bulan. Setelah itu Dan Bus Company akan memulai perjalanan reguler di rute tersebut, mengangkut penumpang yang bepergian ke dan dari Universitas Tel Aviv.

(ara/ara)