Kilang-kilang Minyak RI Sudah Uzur, Ada yang Hampir 100 Tahun

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 05 Okt 2020 14:13 WIB
Menteri ESDM Ignasius Jonan berbincang dengan PLT Dirut Pertamina Nicke Widyawati di site development proyek Refinery Development Master Project (RDMP) Refinery Unit V Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (26/4/2018). Pertamina membangun 4 Proyek RDMP dan 2 Grassroot Refinery (GRR) untuk meningkatkan total kapasitas Kilang menjadi 2 juta Barell dengan produk standar euro V.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Direktur Utama PT Kilang Pertamina International (KPI) Ignatius Tallulembang mengungkapkan bahwa kilang-kilang minyak di Indonesia rata-rata sudah berumur tua hingga ada yang hampir mencapai 100 tahun. Artinya belum ada kilang baru Indonesia yang beroperasi.

"Ada 6 kilang yang kita operasikan dengan kapasitas terpasang 1 juta barel per hari. Di slide ini kami bisa melihat, ini adalah performance ataupun kondisi kilang-kilang kita yang hampir semuanya berumur cukup tua ya," kata dia dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Senin (5/10/2020).

Dia menyebutkan umur kilang Indonesia yang paling muda saja sudah berusia 26 tahun, dibangun pada tahun 1990 dan mulai beroperasi 1994. Sisanya ada yang sudah hampir mencapai umur 100 tahun.

"Kilang terbaru yang kita miliki itu di Balongan, dibangun tahun '90 dan beroperasi pada tahun 1994. Jadi sudah beroperasi sekitar 26 tahun. Yang lain-lain ada yang 36 tahun, ada yang 50 tahun, ada bahkan yang hampir 100 tahun," sebutnya.

Kilang-kilang tersebut, lanjut dia, awalnya dirancang atau didesain untuk mengelola crude atau minyak domestik yang dihasilkan di Indonesia.

"Ada satu kilang kita yang di Cilacap yang satu unitnya karena di sana itu ada dua train atau dua kilang, satunya lagi itu sudah menggunakan crude dari luar negeri, dari Arabian Light Crude yang selama ini kita impor, itu sekitar 100.000 barel per hari," paparnya.

"Selebihnya menggunakan atau mengolah crude domestik. Namun ada beberapa ya sudah kita substitusi juga kita lakukan impor dari luar, tentunya dengan tipikal ataupun dengan properties yang sejenis yang ada yang dihasilkan di negara kita ini," tambah dia.

(toy/dna)