Wamen BUMN Sebut Pendapatan Pertamina Bisa 'Dicaplok' PLN, Kok Bisa?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 06 Okt 2020 11:05 WIB
Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Transisi atau pergeseran sistem energi menjadi ancaman bagi PT Pertamina (Persero). Transisi sistem energi sedang terjadi saat ini yakni dari energi fosil menjadi energi yang ramah lingkungan.

Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin mengatakan, sebanyak 60-65% pendapatan Pertamina berasal dari BBM. Sementara, yang terjadi saat ini banyak orang mulai memakai mobil listrik.

"Belum semua orang tahu bahwa Pertamina incomenya 60-65% datangnya dari jual BBM. Transisi sistem energi kedua, yang terjadi apa, orang akan menjauhi energi yang berasal dari karbon yaitu BBM. Dan sudah mulai terlihat sekarang orang-orang muda seneng pakai mobil listrik," ujarnya dalam Seminar Lemhanas, Selasa (6/10/2020).

Dia bilang, jika transisi itu terjadi maka 65% pendapatan Pertamina bisa hilang karena bergeser ke PLN. Sebab, banyak orang akan menggunakan kendaraan listrik. Meski, hal itu tidak terjadi secara instan.

"Apa yang terjadi, yang akan terjadi 65% dari revenue Pertamina akan hilang, kemana, pindah ke PLN karena berubah jadi mobil listrik. Ya memang tidak akan 100% langsung terjadi mungkin butuh waktu 20 sampai 30 tahun," ujarnya.

Menurutnya, transisi energi ini akan sebagaimana transisi energi periode sebelumnya yang mana akan melahirkan pemenang dan yang kalah.

"Ada perusahaan yang bangun, tumbuh menjadi hebat. Ada perusahaan tua yang tidak berubah dan mati," katanya.

(acd/fdl)